The Best of Me: Kisah Tragis Cinta Sejati

0
760

Film yang didasari dari novel Nicholas Sparks yang berjudul sama The Best of Me [2011]

The Best of Me

Cinta itu hadir memasuki relung hati paling dalam dua insan muda, Dawson Cole dan Amanda Collier. Cinta itu tumbuh di masa SMA mereka, terbentuk indah hingga suatu kejadian pilu dan penolakan dari salah satu keluarga, memisahkan mereka selama 20 tahun.

Sutradara Michael Hoffman mengawali film The Best of Me di 20 tahun setelah perpisahan itu. Di tempat kerja Dawson di kilang minyak lepas pantai.

Melalui sebuah kecelakaan di tempat kerjanya, Dawson selamat tanpa luka yang berarti, sehingga dokter menyebutnya sebagai suatu keajaiban. Dawson menganggapnya sebagai suatu jalan dari Tuhan, bahwa ada hal lain yang harus diselesaikannya.

Benar saja! Setelah kejadian itu, Dawson dan Amanda dipertemukan kembali lewat sebuah surat wasiat dari teman mereka, Tuck. Namun kini, Amanda dalam posisi berkeluarga dan mempunyai satu orang anak.

Gambar pun beralih ke perkenalan pertama mereka. Bagaimana mereka saling jatuh cinta, bagaimana mereka bertemu Tuck, dan bagaimana Dawson dan Amanda terpisah hingga 20 tahun lamanya.

Apakah cinta mereka akan menyatu lagi? Untuk mengetahui akhir ceritanya, Anda bisa menyaksikan film ini mulai 29 Oktober 2014 di blitzmegaplex.

Celeb says:

Tata
“Tipikal Nicholas Spark sih menurut gue, dia selalu ngasih cerita yang tragis, tetapi tetap dibuat ada hikmah bahagianya di balik itu, Dan buat gue filmnya nggak terlalu spesial banget. Cukup menghibur lah.”

Kamga
“Ini film yang pasti akan disukain sama cewek-cewek yang terjebak dihubungan yang dia tidak happy tapi nggak berani putus. Ketika perselingkuhan kaya nggak papa. At least gue udah lumayan lama nggak nonton film sadly romantic seperti ini. Kalau emang suka sama film sadly romantic gini sih, nggak masalah juga sih.”

Chevrina
“Ini notebook banget, gue memang selalu suka film-film yang sad ending, karena bagi gue kehidupan nggak selalu bahagia kok, apalagi percintaan. Jadi kalo misalnya ada hal-hal yang harus jadi sad ending, kenapa sih harus happy ending. Jadi gue suka film ini. Menyenangkan untuk ditonton.” « [teks @bartno | foto comingsoon.net]

SHARE