Wisata Sejarah dengan Sentuhan Mistis di Tanah Batak

0
3110

Cerita penuh sejarah dan hawa mistis dari tanah Batak

Tanah Batak terkenal dengan keindahan alamnya. Salah satunya Danau Toba dan juga Pulau Samosir. Setiap orang yang berkunjung ke sana pastinya akan menyempatkan diri bermain di tepian Danau Toba atau sekalian merasakan menyebrangi Danau Toba.

Di balik keindahan alamnya, tanah Batak ternyata juga menyimpan segudang sejarah dan juga cerita mistis. Jika sedang berkunjung ke tanah Batak, Anda bisa menyambangi sebuah daerah yang dikenal dengan nama Pusuk Buhit.

Konon katanya, tempat ini menyimpan berbagai macam situs bersejarah yang masih kental akan cerita mistis para leluhur di tanah Batak. Lokasi tertinggi di Desa Limbong Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Toba Samosir ini dipercaya juga sebagai asal muasal seluruh suku di tanah Batak.

Donda Naibaho, editor kami, membagikan cerita perjalanannya ketika memutari beberapa tujuan wisata sejarah di Pusuk Buhit pada Mei 2014. Selain itu, ia juga melakukan perjalanan menyebrangi Danau Toba dan berkunjung ke Tomok untuk melihat kebudayaan di tanah Batak lainnya. Berikut rangkuman perjalanan Donda selama berada di Medan, Sumatera Utara.

aek sipitu dai

Mengawali perjalanan di Pusuk Buhit, Donda sampai di pemberhentian yang pertama. Ia mencoba untuk memasuki kawasan wisata sejarah bernama Aek Sipitu Dai atau yang biasa disebut sebagai mata air dengan tujuh rasa berbeda. Di dalam tempat ini terdapat tujuh pancuran air yang konon katanya memiliki rasa yang berbeda, mulai dari rasa manis, asam, pahit, asin dan rasa lainnya. Kepercayaan setempat mengatakan, hanya orang yang berhati bersih dan memilki niat baik yang bisa merasakan perbedaan air ini.

Sisi mistis yang masih dipercaya di tempat ini adalah, ketika seseorang meminum air dengan niat yang tulus dan ia mengutarakan keinginannya di tempat tersebut, maka keinginannya bisa menjadi kenyataan.

batu hobon

Beralih ke tujuan berikutnya, yaitu Batu Hobon. Ketika baru tiba di lokasi ini, Anda hanya akan melihat sebongkah batu yang dipagari dan bertuliskan batas untuk melintas. Konon katanya, di bawah batu tersebut terdapat rongga di mana harta kekayaan termasuk kitab para leluhur Batak disimpan.

Di tempat ini juga kerap diadakan upacara sakral yang masih dilakukan hingga kini. Upacara adat tersebut dilakukan untuk menghormati roh leluhur sekaligus meminta wahyu yang diyakini berasal dari nenek moyang yang dikenal dengan sebutan Tatea Bulan.

sopo guru tatea 1

Melanjutkan perjalanan ke daerah yang lebih tinggi lagi, terdapat sebuah bangunan yang diberi nama Sopo Guru Tatea Bulan. Bangunan ini dibangun pada tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Di dalam bangunan dengan gaya khas rumah adat Batak, terdapat patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, harimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.

sopo guru tatea

Di dalam bangunan itu juga terdapat patung-patung para leluhur di tanah Batak. Dari merekalah dipercaya beranak pinaknya marga di seluruh penjuru tanah Batak. Di sana dapat dilihat dengan seksama patung-patung keturunan Siraja Batak, seperti patung Seribu Raja sepasang dengan istrinya, patung keturunan Limbong Mulana, patung Segala Raja serta Patung Silau Raja.

danau toba

Beralih dari Pusuk Buhit, Donda berlaih ke Tomok. Untuk sampai ke Tomok ia perlu melintasi Danau Toba. Keunikan dari melintasi danau ini adalah, banyaknya anak kecil yang berenang di tepian danau. Dipercaya, orang-orang yang menaiki kapal untuk menyebrang perlu melempar uang koin ke arah danau.

Nantinya, uang logam tersebut akan diambil oleh anak-anak yang sedang berenang di danau. Hebatnya, meski tanpa alat bantu renang, anak-anak kecil tersebut dengan cekatan dapat mengambil uang koin yang tercecer di dalam danau.

Sesampainya di Tomok, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi Patung Si Gale-gale. Patung ini merupakan salah satu warisan sejarah Batak. Konon, dahulu kala terdapat sebuah keluarga raja yang hanya memiliki seorang anak laki-laki. Namun secara tiba-tiba anak raja itu terkena penyakit yang tak bisa disembuhkan hingga akhirnya meninggal di usia muda.

si gale gale

Untuk mengobati rasa sedih sang raja, dibuatlah patung yang persis seperti wujud sang anak. Patung tersebut hanya membutuhkan waktu tiga hari dan jadilah patung yang mirip seperti anak raja. Raja pun senang melihat patung yang akhirnya diberi nama Si Gale-gale itu. Untuk menambah mirip dengan manusia asli, patung tersebut dipakaikan pakaian dan aksesoris kain Batak dan masih bertahan hingga saat ini.

Dikisahkan ada sebuah keluarga yang salah satu anggota keluarganya menyandang sebagai Raja “Raja Rahat”, dan Raja ini hanya mempunyai satu anak laki-laki. Suatu hari anak laki-laki Raja terkena penyakit aneh dan tidak ada tabib atau pun dukun yang bisa menyembuhkan-nya, lalu akhirnya anak laki-laki Raja ini meninggal dunia.Untuk mengenang anak laki-lakinya, Raja menyuruh para tukang ukir untuk membuatkan sebuah patung yang menyerupai anaknya laki-laki bernama Rahat Bulu Datu Manggeleng.

Cerita mistis yang berkembang di tempat tersebut, patung Si Gale-gale seringkali bergerak sendiri saat malam tiba. Dan dipercaya, gerakan itu terjadi karena arwah sang anak raja merasuki wujud patung tersebut. Jika Hollywood memiliki cerita mistis di malam Halloween, di Indonesia pun memiliki segudang cerita mistis yang berbeda di tiap daerahnya, seperti yang ada di tanah Batak yang telah dijelaskan di atas. « [teks @nandiyanti | foto @DonT_D4]

SHARE