Wanita Retro dalam Karya Yongki Budisutisna

0
383

Ada berbagai implementasi mengenai peranakan. Dan inilah implementasi Yongki Budisutisna

bazzar 3

Indonesia memang negara multikultural. Berbagai etnis, tak hanya etnis asli tetapi juga etnis luar [seperti Arab dan Tionghoa] juga hadir di negara kepulauan ini. Maka tak heran bila kita sering menemukan berbagai budaya yang saling berakulturasi. Kemudian, membentuk sebuah kebudayaan baru yang unik.

Keunikan ini kemudian menginspirasi hadirnya “Peranakan Show” dalam rangkaian Bazaar Fashion Festival beberapa waktu lalu. Menggabungkan budaya asli Indonesia dengan Tionghoa, pagelaran busana ini pun menjadi sangat menarik.

Musik dengan lima nada pentatonik yang khas, latar merah bercampur gurat-gurat motif batik, menjadi latar yang mengingatkan para tamu undangan kepada kekayaan ragam budaya negara ini. Namun mengenai “peranakan”, para perancang memiliki implementasi yang berbeda.

bazzar 4

Seperti Yongki Budisutisna. Ia mengisi Peranakan Show dengan berbagai busana yang colorfull, terlihat jelas gambaran wanita muda yang modern, dinamis, dan riang dalam setiap detil rancangannya.

Hal ini juga semakin dipertegas dengan penggunaan bandana ikat, permainan garis [strip] dan bunga sebagai motif, serta paduan batik khas Jawa Barat yang centil. Melalui rancangan-rancangan yang berwarna, dengan bentuk serupa segitiga dan jam pasir, juga lenggak-lenggok para model nan centil, Yongki mampu membawa para tamu dalam suasana keceriaan. Seolah seperti tengah berada dalam nuansa Imlek yang menyenangkan.«[ teks @intankirana ǀ foto @bagusdimsum ]

SHARE