Festival Seperlima Rayakan Perbedaan Lewat Film dan Musik

0
8879

Pertunjukan musik, screening film, stand komunitas, semua ada di Festival Seperlima

dialog dini hari

Taman Menteng, minggu lalu, menjadi tuan rumah untuk Festival SEPERLIMA 2014. Sebuah gelaran untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Ada pertunjukan musik, screening film, juga stand komunitas yang meramaikan acara itu. Tujuannya satu, untuk merayakan perbedaan.

Yap, itu juga tema yang diambil festival ini: ‘Beda itu Biasa’. Karena, daripada memelihara persatuan, merayakan perbedaan itu jauh lebih penting. Melihat aksi kekerasan akibat perbedaan yang sepele makin merebak. Misal, bullying, kekerasan seksual, perkelahian pelajar, atau diskriminasi kelompok.

Nah, Festival Seperlima ‘Beda Itu Biasa’ menggalang kembali semangat menghargai perbedaan dalm diri anak muda serta memberi ruang untuk mereka menelurkan gagasan-gagasan kreatif bisa lewat musik, film, dan karya seni lainnya.

Folkagogo, kuartet musik Folk asal ibukota menjadi pembuka festival ini. Tepat pukul tiga mereka menghibur anak-anak muda yang mulai memadati Taman Menteng. Ini adalah kali pertama penampilan mereka secara live di hadapan publik. Di penghujung sore, Angsa dan Serigala, naik ke atas panggung untuk makin menyemarakkan perbedaan. Band indie yang sedang naik daun ini medapat waktu sekitar 30 menit. Dan itu cukup untuk memanaskan suasana dengan single “Muda, Tangguh, dan Perkasa”.

Selepas Maghrib, empat film pendek yang diputar dalam rentang waktu berbeda. Milik Chairun Nissa berjudul Masa Sih, Silent karya Sidi Saleh, Mencinta Nisa buatan Dmaz Brodjonegoro, dan terakhir Bernadette oleh Paul Agusta.

Empat judul film ini pun mengisahkan hal yang berbeda-beda, Bernadette bercerita soal bahaya pekerjaan seks komersil. Masa Sih tentang pubertas perempuan. Silent mengenai remaja yang menjadi korban perkosaan. Dan, Mencintai Nisa, pasangan yang ingin menikah tapi berbeda agama.

Kian malam, Taman Menteng kian padat untuk menanti tiga nama: Tika & The Dissidents, Dialog Dini Hari, dan Sore. Band-band yang mengusung aliran musik berbeda, tapi tetap enak di telinga. Jadi berbeda itu, biasa saja lah! « [teks dan foto: @HaabibOnta]

SHARE