Slank, Generasi Wangi, dan Ibarat Kulkas

0
10297
Konser Slank Generasi Wangi
Konser Slank Generasi Wangi

Slank sukses gelar konser Revolusi Bunga: Generasi Wangi

“Di balik laki-laki hebat, ada perempuan hebat.” – Bimbim, drummer Slank.

Konser Slank Generasi Wangi Kemudian, berlangsunglah secara ekslusif konser premium ‘Slank Revolusi Bunga: Generasi Wangi’ di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, tengah pekan lalu.

Konser kurang lebih berlangsung dua jam, dihadiri ratusan penonton, rata-rata berpakaian rapi. Tidak ada yang telanjang dada, tidak banyak bendera Slank yang dikibar-kibarkan selama Kaka mendendangkan lagu – hanya ada satu pria yang memegang bendera Slank tanpa bambu.

Namanya “Generasi Wangi”, tentu yang disasar pasukan dari Potlot ini adalah kaum hawa, meski tidak ada larangan kaum Adam hadir. Karena konser berlangsung tengah pekan, perempuan yang menonton cantik-cantik, ada yang masih mengenakan pakaian kantor dengan sepatu high heels.

“Waktu aku lagi tinggi, hilang akal sehatku. Tapi masih ingat…kamu….”

Ballroom, Ritz Carlton langsung bergemuruh. Vokalis Slank Kaka, sambil naik ke panggung kotak berukuran sekitar 10 x 10 meter yang berada di tengah penonton, memulai konser dengan lagu “I Miss U But I Hated U”. Sudah tentu, beberapa penonton yang sedang duduk melantai, langsung berdiri, dan mendekati panggung. Tangan penonton ke atas, ikut menyanyi bareng dengan Kaka.

Kita tahu, lirik-lirik lagu Slank mudah dipahami. “Tema lagu mereka komplit,” komentar Oppie Andaresta, 41 tahun, penyanyi yang meramaikan konser itu, dalam video rekaman yang ditayangkan disela-sela penampilan Slank.

Konser Slank Generasi Wangi Konser Slank Generasi Wangi

“Mereka ibarat kulkas,” lanjut Oppie, “Semua ada. Mau lagu tema sosial, ada. Tema cinta, ada. Tema politik juga ada. Sekali buka kulkas, apa yang kita mau ada.”

Oppie, yang menyanyi dua lagu: “Maafkan” dan “Terlalu Manis” adalah sosok yang mengajak Slank mendukung kampanye Calon Presiden Indonesia Joko Widodo. Namun, Bimbim, pada konser itu menegaskan kalau Slank tidak berpolitik.

Malam itu, bukan hanya Oppie yang mewakili musisi perempuan pintar. Slankers ramai bersorak dengan permainan ukulele dari Tetangga Pak Gesang [Arum dan Meicy Sitorus]. Mereka berkolaborasi dengan Slank di lagu “Kirim Aku Bunga.”

Konser Slank Generasi Wangi Konser Slank Generasi Wangi

Ada pula suara merdu Imel yang melantunkan single “Terbunuh Sepi”. Kepiawaian Anindya bermain saxophone di lagu “Jinna”. Lantunan tembang “Anyer 10 Maret” yang memukau penonton dengan permainan accordion dari Windy Setyadi. Kemudian keterampilan permainan violin dari Mia di lagu “#1”.  “Mereka semua perempuan hebat,” kata Kaka, memuji, di akhir konser.

Pada konser yang harga tiketnya tergolong mahal, setidaknya itu diamini Kaka di panggung, ada 18 lagu yang dimainkan Kaka, Bimbim, Abdee [gitar], Ridho [gitar], dan Ivan [bass]. Lagu-lagu itu kebanyakan tentang perempuan, seperti “Virus”, “Terserah”, “Mawar Merah”, “Percuma”, “Ku Tak Bisa”, “Balikin”, dan ditutup “Kamu Harus Pulang.”

“…Kamu harus cepat pulang, jangan terlambat sampai di rumah / Kamu harus cepat pulang, walau sedang nikmati malam ini…”  Penonton pun berangsur bubar. Mereka keluar ballroom dengan tertib. Tepat, memang sebuah suguhan konser premium! « [teks @Tomi_Nala | foto @bagusdimsum]

Konser Slank Generasi Wangi

SHARE