Hal yang Ingin Diketahui Musisi Jepang Saat ke Indonesia

0
9407
Cyntia

J-Music Lab menghadirkan enam musisi dari negaranya.

TarO&JirO
TarO&JirO

Program J-Music Lab di November ini, mengajak enam musisi Jepang. Mereka adalah Amiaya, Cyntia, Dorothy Little Happy, Eir Aoi, I Don’t Like Mondays, dan TarO&JirO. Keenam musisi ini tampil di Sabtu-Minggu kemarin dalam acara HAI Day.

Di antara mereka ada yang telah beberapa kali berkunjung ke Indonesia, seperti Eir Aoi yang sudah keempat kalinya ke Jakarta.

Dalam sesi wawancara Ghiboo dengan para musisi itu, kami berhasil mengetahui apa yang ingin diketahui para musisi tentang Indonesia. Penasaran? Berikut jawaban mereka.

TarO&JirO

“Ingin lebih mengetahui tentang kehidupan anak-anak muda Indonesia. Senang pergi ke mana dan biasanya ngapain aja.”

Dua bersaudara yang jago bermain gitar, Kimitaro Fukae dan Tomojiro Fukae. Mereka memulai karier musiknya dalam format band dan kemudian seiring perjalanan musik mereka, mereka memutuskan bermain duet di tahun 2009.

Keduanya mendapatkan pengalaman manggung di UK, dan sambutannya cukup meriah. Mereka telah beberapa kali tampil di konser dan festival di Eropa. Pada tahun 2012, mereka sempat bermain di panggung yang sama dengan artis dunia seperti Steve Vai, Steve Morse, dan Joe Satriani

Amiaya
Amiaya

Amiaya

“Pengin tahu apa yang lagi ngetop di anak-anak muda Indonesia.”

Dua wanita muda bersaudara Ami dan Aya yang mengawali karirnya sebagai model. karir musisinya dimulai dari diluncurkannya single “Dreamer’s Dream” pada Juli 2012. Dengan album perdana di tahun berikutnya “Tokyo Pop” yang dirilis di 154 negara.

Amiaya terpilih sebagai artis favorit di Taiwan dan juga beberapa majalah terkemuka seprti V Magazine dan NYLON Korea. Hal ini membuktikan bahwa popularitas mereka tidak terbatas di Jepang saja.

Dorothy Little Happy
Dorothy Little Happy

Dorothy Little Happy

“Kami ingin tahu oleh-oleh yang paling bagus dari Indonesia.”

Terdiri dari 5 perempuan yang memiliki basis di Sendai dan terbentuk pada tahun 2010. Kana Shirato, Mari Takahashi, Ruuna Akimoto, Mimori Tominaga, dan Komi Hayasaka menggemparkan Jepang dengan single mereka “Jump” di 2010.

Pada tahun berikutnya, DLH tampil di Tokyo Idol Festival 2011 [TIF] sehingga menarik perhatian fans di seluruh negara Jepang dan telah membuka gerbang mereka menuju popularitas yang lebih besar lagi.

Eir Aoi
Eir Aoi

Eir Aoi

“Saya ingin tahu mengenai alat-alat musik tradisional Indonesia dan boneka-boneka klasiknya seperti wayang.”

Berasal dari Sapporo, Hokkaido. Dia ditemukan melalui situs berbagi video Nico Nico Douga. Aoi memulai karir bernyanyi dengan membentuk sebuah band di sekolah tinggi. Setelah lulus, ia merilis debut single “Memoria” pada 19 Oktober 2011 yang digunakan sebagai lagu tema serial anime Fate/Zero.

Single keduanya “Aurora” dirilis pada 05 September 2012 dan digunakan sebagai lagu tema untuk serial anime Mobile Suit Gundam AGE. Single ketiganya “Innocence” dirilis pada 21 November 2012 dan kembali digunakan sebagai lagu tema untuk serial anime Sword Art Online. Di tahun 2013, produktivitas Eir Aoi berlanjut dengan meluncurkan single keempatnya yakni “Cobalt Sky“.

Cyntia
Cyntia

Cyntia

“Kami ingin tahu musik di Indonesia seperti apa? Masyarakatnya lebih suka musik seperti apa? Dan pengin tahu mengenai alat musik tradisional Indonesia.”

Band wanita ini terdiri dari Saki [vokal], Yui [gitar], Azu [bass], Ayani [keyboards], dan Kanoko [drums]. Mereka meyakini bahwa dengan musik dan penampilan rock-nya, mereka dapat menjadi band rock wanita yang mendunia. Cyntia terpilih menjadi “Best New Artist” di sebuah poll dari majalah musik Jepang, Player.

Band ini juga dianugerahi “Brightest Hope Award” oleh majalah rock terkemuka di Jepang, Burn!. Single mereka “Senkou Strings” telah diperkenalkan dan dikenal sebagai opening theme serial anime Saint Seiya Omega.

I Don't Like Mondays
I Don’t Like Mondays

I Don’t Like Mondays

“Pengin tahu orang-orang Indonesia pas lagi konser kaya bagaimana. Sejauh yang kami tahu orang Indonesia agak-agak pemalu, jadi mirip dengan orang Jepang.”

Baru saja merilis album mininya, Play di September 2014. Mini album keempat pria ini, Yu [vokal], Choji [gitar], Kenji [basis], dan Shuki [drum], dikatakan the most stylish, fun and danceable album di Jepang. Moto mereka “Be Play Boy“, membuat para fans yang didominasi oleh para perempuan di Jepang ini histeris di setiap penampilan mereka.” « [teks @bartno | foto @gerilaksamanaaa]

SHARE