Hambatan terbesar traveling: diri sendiri

0
1367
Marischa Prudence

Banyak menunda waktu dan memikirkan budget yang jadi penunda traveling 

“Karena hambatan terbesar orang traveling adalah diri sendiri,” ujar Marischka Prudence. Kata-kata Marischka di atas mengawali ceritanya mengenai hambatan yang diawali oleh para traveler pemula. Jika belum mengenalnya, Marischka merupakan seorang travel blogger yang pada awalnya memulai karir sebagai seorang broadcaster.

Kini, ia siap membagikan kisahnya dan menginspirasi banyak orang lainnya untuk memberanikan diri menjadi seorang penjelajah dunia. Karena sebenarnya, banyak orang ingin menjadi traveler, tapi selalu tertunda karena banyak alasan yang sebenarnya hanya berpatok dari dirinya sendiri.

Traveling, menurut Pru –begitu ia biasa disapa– tidak sesulit yang dibayangkan. Selama ini orang berpikir takut kurang budget, takut kurang waktu. Padahal, menurutnya, selalu ada jalan jika memang niat menekuninya.

”Kita lihat orang traveling dengan budget sekian, nggak berarti kita juga harus begitu. Padahal kan nggak harus pergi ke tempat yang sama. Kita bisa pergi ke tempat yang deket-deket,” ujar Pru ketika ditemui dalam acara New Pantene Shine Strong beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat.

Dengan antusias, Pru pun menyarankan agar siapapun harus mencoba dulu. Harus langsung melakukan perjalanan selagi masih ada waktu dan fisik yang menunjang. ”Pertama, lakukan sekarang karena masih muda, masih ada energi dan ada waktu yang bisa kita manage. Bayangin deh berapa puluh tahun mendatang, harusnya bisa ke sana ke sini, sekarang udah punya uang banyak tapi udah nggak bisa ke mana-mana,” ujarnya.

Selain yakin mencoba, Pru juga menyarankan agar siapapun agar percaya diri sebelum melakukan perjalanan. ”Harus percaya diri. Kadang kalau nggak percaya diri banyak mikir, takut, jadinya malah lakuin nggak ya? Dengan kekuatan dan pede, shine-nya kita bisa keluar, terlihat sangat menikmati hidup,” ungkap perempuan yang sangat menikmati waktunya ketika ber-traveling.

Masukan dari Pru ini tentunya sangat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan Pantene, bahwa sebagai perempuan Indonesia harus bisa menunjukkan sisi shine strong di setiap waktu. Dengan traveling pastinya seorang perempuan telah membuktikkan dirinya kuat atau strong, karena membutuhkan kekuatan fisik yang tidak main-main.

Sedangkan sisi shine dari seorang traveler adalah syukur yang tiada henti. Menurut Pru, secara pribadi, semenjak bisa berkunjung ke berbagai tempat dan bertemu dengan banyak orang, dirinya semakin merasakan syukur yang luar biasa karena mendapatkan banyak pelajaran.

Karena itu juga, seorang traveler secara tidak langsung memiliki sisi shine dalam wujud aura positif. Ditambah lagi, seorang traveler bisa menulari aura itu dengan cara mengajak atau ‘meracuni’ orang-orang disekitarnya untuk ikut berjalan-jalan dan pada akhirnya juga akan merasakan syukur yang luar biasa dapat melihat keindahan alam dan juga bisa mengalami banyak hal-hal baru yang ditemui sepanjang perjalanan. Jika tak percaya, tak ada salahnya mencoba menjadi traveler dan nikmati sensasi shine and strong-mu sepulang dari perjalananmu. « [teks @nandiyanti | foto marischkaprudence.blogspot.com]

SHARE