Melanie Subono Turuti Followers untuk Bertinju

0
7666

Kerap jalani operasi tak membuat Melanie Subono berhenti olahraga

melani subono

G-Readers pernah dengar istilah jab, straight, atau mungkin hook? ketiganya merupakan teknik dasar dalam olahraga tinju, dan beberapa waktu terakhir ini, tinju menjadi teman baru bagi Melanie Subono.

Jika kebanyakan perempuan memilih yoga, gym atau mungkin pilates, maka salah satu jenis olahraga bela diri ini menjadi pilihan hatinya. Selain sebagai bentuk perlindungan diri, boxing pun dilakukannya tak sengaja.

Gue dulu orangnya gila banget sama olahraga outdoor, sekarang pilih tinju. Awalnya gue nanya lewat akun sosial media, dan banyak yang menyarankan untuk nyoba tinju, dan ternyata gue cukup menikmati,” ceritanya usai berlatih di SIAM training camp di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Walaupun gemar mengikuti olahraga berat namun perempuan kelahiran Hamburg, Jerman, 20 Oktober 1976 tersebut tetap memperhatikan kondisi fisiknya, hal ini karena ia pernah menderita kanker rahim

“22 tahun gue perawatan terus, bolak-balik operasi. Bukan hal mudah untuk melakukan banyak gerakan maupun olahraga. Kalau banyak gerak pendarahannya nggak tanggung-tangung, bisa sampai 3 bulan. Tapi gue mikir, emang kalau diem aja bisa langsung sembuh, nggak kan? Jadi ya, tetap harus beraktifitas, cuma memang ada caranya tersendiri,” ungkapnya.

Melanie yang merupakan anak dari promotor musik Adrie Subono menjelaskan pola latihannya sedikit berbeda, dan dia pun masih harus rutin memerikasakan diri ke dokter usai latihan. “Total latihan 1,5 sampai 2 jam. Setiap 5 menit istirahat, dan gue hindari gerakan yang membahayakan daerah perut.”

Saat ditanyakan mengenai dukungan keluarga terhadap olahraga pilihannya ini, perempuan yang dikenal sebagai penyanyi dan presenter ini mengaku sangat didukung. Seringnya dia bepergian sendiri serta mulutnya yang dianggap terlalu vokal melakukan kritik sosial, membuat seisi rumahnya mendukung dirinya untuk memiliki pertahanan diri.

“Buat para perempuan, biar kita nggak dianggap lemah, coba deh ikut olahraga kayak gini. Tapi sesuaikan dengan kondisi badan, serta kebutuhan dan waktu latihan yang dimiliki. Boxing atau olahraga yang sering dilakukan oleh laki-laki itu bisa kok dilakukan perempuan dan ini menyenangkan,” pesannya saat mengakhiri obrolan«[teks @boyMALI | foto @bagusdimsum]

SHARE