Tulus Jelang Konser dan Keinginan Kolaborasi dengan Waldjinah

0
6733
Tulus (Ghiboo | Bayu Herdianto)

Persiapan konser Tulus hingga impian berkolaborasi dengan Waldjinah

tulus

Muhammad Tulus Rusydi atau yang lebih dikenal dengan nama Tulus, kini sedang sibuk mempersiapkan konser tunggalnya yang akan digelar di Jakarta, 2 Desember mendatang. Sebagai seorang pemusik, Tulus juga memiliki mimpi-mimpi mengadakan kolaborasi dengan banyak musisi lain.

“Kalau musisi banyak, saya maunya nggak cuma kolaborasi dengan satu atau dua nama,” ujar pria yang lahir di Sumatera Barat, 27 tahun lalu itu. Namun, ketika ditanya lebih lanjut lagi, Tulus menyebutkan satu nama musisi lokal yang ingin diajaknya berkolaborasi dalam waktu dekat ini.

“Sekarang, yang ada di otak saya, saya ingin sekali berkolaborasi dengan Waldjinah. Mudah-mudahan akan ada kesempatan berkolaborasi dengan beliau,” ujarnya. Bukan tanpa alasan Tulus ingin mengajak Ratu Keroncong tersebut berkolaborasi, namun karena Waldjinah pernah berkolaborasi dengan idolanya sendiri.

“Waldjinah pernah bekerjasama dengan Chrisye. Saya mengidolakan Chrisye, jadi akan sangat menyenangkan bekerjasama dengan orang yang pernah bekerjasama dengan idola saya,” katanya dengan wajah sumringah.

Sayangnya, keinginannya berkolaborasi dengan Waldjinah belum bisa direalisasikan dalam konser tunggalnya di Jakarta. Namun, Tulus mengatakan dalam konsernya itu tetap akan ada kolaborasi dengan beberapa musisi lokal yang masih belum bisa diungkapkan nama-namanya.

“Pastinya ada rencana untuk mengadakan kolaborasi, namun belum bisa dipastikan siapa saja nama-namanya,” lanjutnya lagi. Meski terbilang sebagai penyanyi pendatang baru, Tulus telah memiliki fans yang lumayan banyak. Hal ini bisa dilihat dari dua kategori tiket, VIP dan VVIP yang telah terjual habis, dan hanya menyisakan kategori festival.

Ketika kembali disinggung tentang persiapan konsernya, ia mengatakan ingin semuanya berjalan dengan proporsional dan berjalan baik seperti konser-konser sebelumnya. Konser yang akan diadakan Desember nanti adalah konser tunggal kelimanya.

Padahal, secara karya Tulus baru memiliki dua buah album bertajuk Tulus dan Gajah sejak awal kemunculannya di industri musik Indonesia. Sedangkan, di Indonesia sendiri, beberapa musisi baru merasa percaya diri untuk mengadakan konser tunggal ketika ia telah memiliki setidaknya tiga album studio.

Menanggapi hal ini, Tulus pun membagi pandangannya sendiri. ”Sebenarnya dari album pertama saja saya sudah bikin konser kecil. Waktu rilis album pertama, CD saya cuma diperbanyak dua ratus sampai tiga ratus keping, dan saya adakan konser untuk mengenalkan diri. Menurut saya ini konsep yang bisa diaplikasikan musisi independen, karena orang yang tertarik akan datang,” kata pria yang dikenal lewat lagu ”Sewindu” ini.

Menurutnya lagi, ruang apresiasi itu bisa tercipta atau diciptakan. Tergantung darimana seorang musisi melihatnya. Dengan mengadakan konser berarti sang musisi menciptakan ruang apresiasi itu. Seorang musisi tidak harus selalu menunggu. ”Jika memang bisa menyelenggarakan konser, dari kecil-kecilan nantinya mudah-mudahan akan semakin besar. Saya seperti itu,” lanjutnya.

Baginya konser adalah sebuah ruang aspirasi yang menjadi titik temu antara penikmat musik dan musisinya itu sendiri. Ketika mereka, para pendengar telah mengapresiasi karya seorang musisi dengan membeli karyanya secara legal, maka sang musisi pun bisa kembali mengapreasiasi para pendengar dengan bernyanyi langsung di depan mereka, lewat sebuah wadah yang bernama konser.

Tulus juga berpendapat, bahwa dalam seni tidak ada pakem-pakem tertentu untuk mengadakan sebuah konser. Tidak perlu menunggu tiga album dulu atau aturan-aturan lainnya. Karena setiap musisi memiliki pilihannya masing-masing.

Nggak mesti si musisi ini bikin begini terus kita ikutin, karena ada pendekatan-pendekatan lainnya yang lebih personal yang bisa kita lakuin. Tergantung strateginya juga, misal materi lagunya belum mencukupi untuk durasi konser ‘kan bisa diakali dengan bawakan lagu musisi lain, itu ‘kan juga bentuk apresiasi buat sesama musisi, kalau sudah cukup ya bawain lagu sendiri aja,” tutupnya.

Untuk semua yang ingin menyaksikan konser Tulus pada Desember nanti, ia akan menyanyikan sekitar 18 hingga 20 lagu dari kedua albumnya. Ia juga akan bekerjasama dengan beberapa nama seperti Ferry Nurhayat sebagai seniman tata cahaya dan Killafternoon sebagai seniman visual untuk panggung konsernya. « [teks & foto @nandiyanti]

SHARE