MindSlim Challenge Diary – Day 1

0
486

Jakarta, 15 November 2014

Dear G-Readers,

Setelah terpilih menjadi salah satu nominasi Diary Dave – MindSlim Challenge, akhirnya Sabtu, 15 November 2014, pukul 08.30 WIB, saya mulai aktif sebagai MindSlim Challenger di MindSlim, Kemang. Dave Hendrik yang jadi inisator membangkitkan semangat kesepuluh peserta yang ikut hari ini. Sama seperti saya dan MindSlim Challengers lain, ternyata Dave juga pernah memiliki kondisi yang sama. Gemuknya tubuh Dave sempat membuat dia tidak percaya diri. Meskipun orang di sekitarnya tidak sadar betapa gemuknya dia, ia pun meniatkan diri untuk ikut MindSlim dan voila, sekarang tubuhnya benar-benar langsing!

mindslim1-1Awalnya saya kurang mempercayai teknik langsing menggunakan pikiran ini. Sebab di pikiran saya, langsing itu harus ada aturan tidak boleh makan ini itu, harus banyak olahraga, dan aturan-aturan ketat lainnya yang membuat saya [nantinya] akan bosan. Namun saat mengikuti kelas MindSlim bersama coach Juli Triharto, anggapan saya berubah. Ia bahkan tidak melarang saya mengonsmsi makanan yang saya sukai. Wow! Ia juga tidak memberikan aturan-aturan yang menyesakkan dada hingga saya jadi enggan mengikutinya. Cukup dengan lima trik ajaib, ia dapat membantu MindSlim Challengers melangsing. Asaaaal… fokus dan niat.

Lalu, apa saja lima trik itu? G-Readers tentu penasaran. Saya share ya…

Anda hanya cukup makan ketika kita lapar. Waktu lapar setiap orang berbeda-beda. Ada yang jika perut terasa keroncongan, pusing, migrain, dan sebagainya. Kalau saya sih migrain dan lambung terasa mengerut. Selain makan ketika lapar, Juli juga menyarankan saya untuk makan apa yang saya inginkan. Dia meminta saya untuk mengangkat dua tangan ke atas dan memikirkan bahwa tangan kanan dan kiri saya sedang memegang sepiring atau semangkuk makanan yang saya inginkan. Saat itu saya ingin makan pizza. Kemudian, di tangan kiri, saya ingin makan adalah spaghetti alfredo. Lalu Juli meminta saya untuk benar-benar memilih apa yang saya inginkan. Pilihan saya pun jatuh pada spaghetti alfredo.

Di dalam program tersebut saya juga dilatih untuk makan dengan sadar. Saya pun berpikir, apa iya saat makan, saya itu tidak sadar? Tapi ternyata benar lho. Kebiasaan makan saya yang cepat dan langsung telan membuat saya tidak mensyukuri apa yang saya konsumsi. Lalu bagaimana caranya agar saya bisa menikmati dan mensyukuri makanan yang saya makan?

Caranya, sapa aroma masakan tersebut, rasakan bentuk dan teksturnya, sadari adanya perubahan suhu makanan tersebut di dalam mulut, kunyahlah dengan rasa syukur, dan rasakan bahwa Anda telah menelannya sampai masuk ke dalam kerongkongan hingga lambung.

Setelah makan dengan sadar. Saya diminta untuk berhenti ketika kenyang. Saya bingung, ‘Apa itu kenyang?’ Dari mana saya tahu bahwa saya sebenarnya sudah kenyang? Saat sesi break, Dave mengajarkan saya, “Saat makan dan Anda berpikir bahwa Anda sudah kenyang, maka saat itulah Anda kenyang,” jelas Dave.

mindslim1-2Tak hanya sekadar teori, Dave dan Juli mengajak saya untuk turun menikmati makanan yang telah disediakan. Sate Khas Senayan lengkap dengan saus kacang yang nikmat sudah siap sedia di meja. Sebagai pelengkap, tak lupa juga Dave dan teman-teman MindSlim menyediakan tahu telur serta cah kangkung.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan ketika seseorang makan dengan mata terbuka, ia akan makan dengan lahap sampai tidak tersisa. Jika ia melakukan hal yang sebaliknya, maka ia akan berubah jadi biasa-biasa saja bahkan tidak menghabiskan sarapan yang dia sukai karena merasa ini tidak seperti sarapan yang biasa dia makan sebelumnya. Hal itulah yang coba diberikan Dave dan teman-teman MindSlim pada saya. Mereka mencoba membuat saya untuk benar-benar merasakan apa yang saya makan, dari mulai tekstur tahu telur yang saya makan, perpaduan rasa asin dan manis yang lezat, sampai pada akhirnya saya memutuskan. Ya saya kenyang!

mindslim1-3Apakah saya berhasil? Masih ada satu tantangan lagi. Yaitu, jalan dengan langkah yang panjang. Ternyata, langkah kaki yang panjang dapat menggerakan seluruh otot kaki, pinggul, dan perut. Pantas saja kalau para peragawati memiliki tubuh yang langsing. Tidak sampai di sana, saya diajak untuk berjalan menyusuri jalan Kemang, dari mulai KemChik, Al-Azhar, menyeberangi LaCodefin, lalu kembali lagi menyusuri Hotel Grand Kemang, Colony, akhirnya sampai di basecamp. Hasilnya otot pun kencang dan tubuh terasa segar. Semua otot-otot pun bekerja.

Lima kegiatan inilah yang akan saya lakukan selama tiga bulan ke depan. Apakah saya berhasil? Yuk ikuti cerita progress saya di Ghiboo setiap hari. Doakan saya berhasil ya, G-Readers! « [teks @fffionayh | foto dok Diary Dave MindSlim Challenge]

SHARE