Celebrity Fact: Selamat kepada Ahok!

0
5298
ahok
ahok

Perjalanan berliku atas pro kontra yang terjadi dalam proses pelantikan gubernur DKI Jakarta selesai.  PLT Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama a.k.a Ahok resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Rabu, 19 November 2014, pukul 14.00 di Istana Negara, Jakarta.

Siapa yang tidak mengenal Ahok? Ia merupakan politikus asal Belitung kelahiran 29 Juni 1966. Apa hanya itu rekam jejaknya? Tidak. Masih banyak fakta menarik seputar Ahok yang bisa G-Readers baca di bawah ini.

» Ahok memiliki nama Tionghoa, Zhōng Wànxué. Ia anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Alm. Indra Tjahaja Purnama dan Buniarti Ningsing. Keluarganya merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka.

» Banhok, nama panggilannya dari alm. sang ayah. Nama Banhok khusus untuk Ahok karena sang ayah ingin anaknya sukses. Kata “Ban” berarti puluhan ribu, dan “Hok” berarti belajar. Bila digabungkan memiliki makna “tidak pernah berhenti belajar”.

» Berprofesi sebagai politikus dan ayah. Bukan hanya sebagai politikus yang populer di mata rakyat, ia juga seorang suami dari Veronica Tan dan ayah Nicholas, Nathania, dan Daud Albeenner.

» Pertemuan Ahok dan Veronica berujung pernikahan. Ahok bertemu dengan istrinya, Veronica, di Gereja Kristus Yesus Pluit, Jakarta Utara. Mereka berdua sama-sama sering melakukan pelayanan di gereja, lalu jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah tanpa menjalani masa pacaran.

» Latar belakang pendidikan yang tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikannya di sekolah menengah atas, Ahok menimba ilmu di Universitas Trisakti jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral. Ia juga merupakan lulusan dari Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya dengan gelar Magister Manajemen.

» Niat dalam membangun perusahaan. Setelah bekerja di PT. Simaxindo Primadaya, Ahok mendirikan PT. Nurindra Ekapersada, awal pembangunan Gravel Pack Sand [GPS]. Ia mendirikan pabrik pengolahan pasir kuarsa pertama di Belitung yang mengadaptasi teknologi Amerika Serikat dan Jerman. Ia juga berhasil meyakinkan investor asal Korea dalam membangun Tin Smelter atau peleburan bijih timah di KIAK.

» Awal karier sosial dan politik.

  • Tahun 2004: Ahok bergabung di bawah Partai Perhimpunan Indonesia Baru [Partai PIB] sebagai ketua DPC PIB Kabupaten Belitung. Ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD dan terpilih dalam periode 2004-2009.
  • Tahun 2005: Ahok menjabat sebagai bupati Belitung Timur,
  • Tahun 2006: Ahok mengundurkan diri sebagai bupati dan menyerahkannya kepada wakilnya Khairul Effendi.
  • Tahun 2007: Ahok mencalonkan diri untuk menjadi gubernur Bangka Belitung dan mendapat dukungan penuh dari Abdurrahman Wahid, tapi sayangnya Ahok kalah atas pemilihan ini.

» Mencalonkan diri sebagai gubernur DKI. Sejak tahun 2011 Ahok sudah berniat mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur DKI namun ia merasa pesimistis. Lalu akhirnya tahun 2012 ia disandingkan dengan Joko Widodo sebagai sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur dari koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Gerindra. Pasangan ini menang.

» Pasangan gubernur dan wakil gubernur. Pasangan ini merupakan pasangan pertama yang bersatu dalam perbedaan. Jokowi yang keturunan Jawa-Islam dan Ahok yang keturunan Tionghoa-Katolik. Dengan kehadiran Ahok dapat dikatakan membuka jalan dalam pengukuhan keberagaman dan pluralisme di ibukota.

» Ditentang atas kenaikan jabatannya menjadi gubernur. Ratusan anggota FPI berdemo menolak keputusan Ahok untuk menjadi gubernur dengan alasan agama Ahok bukanlah agama Islam. Begitu pula dengan tuntutan mengenai sikap dan perilaku Ahok yang arogan dan kasar.

» Kepemimpinan Ahok yang tegas. Sosok Ahok memang sudah dikenal sebagai sosok yang emosional dan galak. Namun di balik sosoknya yang emosional tersebut segala sesuatu yang ia kerjakan dapat dipertanggungjawabkan dan kinerjanya yang intensif dan efisien.

» Meluncurkan buku hasil tulisannya. Pada tahun 2008 Ahok menerbitkan sebuah buku berjudul “Merubah Indonesia”.

» Penghargaan yang diperoleh. Dengan kerja keras dan ketegasannya, Ahok  beberapa kali mendapatkan penghargaan, yaitu:

  • Gold Pin, Fordeka [Forum Demokrasi], 29 Oktober 2006.
  • Salah satu dari 10 Tokoh yang Mengubah Indonesia, yang dipilih oleh Majalah Tempo pada tahun 2006.
  • Tokoh Anti Korupsi dari Gerakan Tiga Pilar Kemitraan [KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Masyarakat Transparansi Indonesia] pada tahun 2007.
  • Penghargaan Anti Korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award pada tahun 2013.
  • Gelar sebagai Tokoh Kontroversial yang diberikan oleh Anugerah Seputar Indonesia [ASI] pada tahun 2013. «[teks @abigailpinkan/ berbagai sumber | foto @ghiboo]

Also read:
Wawancara ekslusif: Pagi-Pagi Bersama Ahok

SHARE