Mengejar Si Dia, Bolehkah?

0
486

Layakkah mengejar si dia lebih dulu?

fall in love

Cewek nembak cowok duluan? Norak, ah! Pernyataan ini mungkin terdengar basi. Apalagi, it’s 21st century, dan gerakan feminisme sudah sampai pada gelombang ke sekian. Aturan bahwa perempuan mesti lemah lembut, menunggu, dan lain sebagainya, sudah terdengar sangat kuno.

Yep, zaman memang sudah berubah, tapi tidak demikian halnya dengan naluri. Wajar sekali kok, kalau perempuan jatuh cinta duluan. Lagipula, memangnya kita bisa mengatur datangnya cinta? Sama seperti lelaki, perempuan juga punya keinginan untuk mendekati si dia yang dicintai setengah mati, menghabiskan waktu bersamanya dan memberikannya perhatian [tak hanya perhatian, kalau bisa sih, dunia dan seisinya akan kita berikan!]. Masalahnya, ada beberapa hal yang selayaknya diperhatikan oleh kaum perempuan sebelum memutuskan untuk make a first move. Apa saja, sih?

1Insting Berburu

Pada zaman pra-sejarah [masa berburu dan meramu], lelaki bertugas mencari hewan buruan, sementara perempuan menjaga rumah, anak, dan meramu buruan. Kalau dianalogikan dengan masa kini, jelas berbeda. Tak hanya lelaki yang diandalkan untuk ‘berburu rezeki’, tapi tak bisa dipungkiri kalau insting berburu tersebut masih ada hingga kini.

Anda sering lihat ‘kan, banyak kasus ketika perempuan sepertinya sulit untuk mendapatkan perhatian yang tercurah dari lelaki? Logikanya begini, semakin perempuan itu sulit didapat, lelaki akan merasa semakin tertantang. Ketika mereka berhasil mendapatkannya, maka lelaki juga akan menjaga baik fisik maupun perasaannya, sebaik-baiknya. Berlaku sebaliknya, jika seorang perempuan semakin mudah didapat, lelaki juga akan cepat merasa bosan. Yah, memang terdengar primitif, tetapi terkadang pria masih berpikir seperti zaman berburu di masa lalu. And for this thing, we shall thank our adrenaline hormone.

2Tak Bisa Dipaksakan

Perempuan sangat mudah untuk belajar mencintai, tapi lelaki tidak begitu. Makanya, kita sering mendapati perempuan yang awalnya sih, tidak tertarik pada seorang lelaki, namun karena lelaki tersebut berusaha keras untuk mendapatkannya, hati perempuan tersebut akhirnya luluh. Hal ini agak sulit terjadi pada lelaki.

Seorang lelaki mungkin [pada akhirnya] tertarik pada perempuan yang mengejarnya. But, it won’t last long. Sulit bagi lelaki untuk belajar mencintai. Perempuan berbeda. Dengan sifat dasar telaten, mereka bisa menumbuhkan cinta tersebut layaknya membesarkan seorang bayi.

3Benarkah Ia Pria Sejati?

Mari kita bicara tentang stereotip. Sudah menjadi kesepakatan umum kalau seorang pria harus pemberani. Baik itu pemberani dalam hal besar maupun sekadar menyatakan cinta. Kalau menyatakan cinta saja dia jengah ataupun takut, lantas untuk apa Anda ambil langkah duluan? Anda tentunya tidak mau terus-menerus menjadi inisiator dalam sebuah hubungan -bersama pria yang malas, atau tidak pemberani, bukan?

4Tarik Ulur

Ini rumus umum para pria: menggebu saat tak diacuhkan, menghilang saat dicari. Untuk itu, perempuan mesti punya trik pada masa PDKT. Well, dalam hal ini, pria duluan lho, yang mengejar. Bagaimana kalau sang perempuan yang mengejar duluan? Biasanya sih, si pria akan jadi kebal tuh, terhadap trik apapun yang kita lontarkan.

Well, tidak salah sih, jatuh cinta duluan. Tapi kita harus punya trik khusus agar seolah si dia yang mengejar kita terlebih dahulu. Jangan sampai dia tahu kalau kita yang pertama kali jatuh hati! Bersikaplah seolah Anda senantiasa ada saat ia butuh, tapi bukan berarti semua waktu Anda untuk dia! Be a nice trickster, woman! « [teks @intankirana | foto favim.com]

SHARE