MindSlim Challenge Diary – Day 3

0
196

Hari ketiga saya mengikuti program MindSlim Challenge Diary

Jakarta, 17 November 2014

Dear Diary,

Hari ini saya membuka hari dengan mendengarkan CD Hypnolangsing yang diberikan MindSlim. CD ini berisi sugesti mengenai pola makan dan mengajak saya untuk tetap move more, alias perbanyak langkah kaki.

Runtastic Pedometer 17 NovDi samping itu, saya juga mirroring. Seperti yang diajarkan Dave Hendrik kepada saya dan teman-teman di MindSlim Challenge, saya perlu memberikan penghargaan kepada setiap bagian tubuh. Karena itu saya berdiri di sebuah kaca panjang di kamar untuk melihat seluruh bagian tubuh saya, menarik napas, membayangkan tubuh saya langsing seperti yang saya inginkan.

Melalui bayangan kaca, saya membayangkan penampakan wajah hingga paha langsing. Saya hanya perlu mengatakan, “Wajah saya tirus. Double chin saya hilang. Perut saya rata. Pinggul saya naik. Paha saya mengecil.” Lalu tak lupa saya memberikan apresiasi kepada bagian-bagian tubuh yang saya inginkan, seperti, “Saya menerima wajah ini. Saya menerima leher ini. Saya menerima perut ini. Saya menerima perut ini. Saya menerima pinggul ini. Dan saya menerima paha ini,” ujar saya di depan kaca.

Setelah berbenah, saya pun pergi ke kantor. Kebetulan rumah saya tidak dekat dengan kantor. Saya mengendarai mobil ke daerah Al-Azhar untuk memarkirkan mobil di sana dan jalan kaki ke shelter TransJakarta Masjid Agung. Tak lupa saya menyalakan aplikasi Runtastic untuk menghitung jumlah langkah kaki saya pagi ini.

Sesampai di shelter, langkah kaki saya menunjukkan angka 548. Sesampai di kantor, langkah kaki saya tentu menunjukkan peningkatan, yaitu 1.238 langkah. Ini mungkin karena saya lupa menghentikan aplikasi ini ketika berada di dalam bus. ‘Tidak masalah, asalkan saya bergerak,’ pikir saya.

Sesampainya di ruangan, sontak teman-teman kerja saya bertanya apakah saya sudah melangsing atau belum. Hahaha…. Ya masak sih, saya langsung melangsing dalam dua hari program. “Ini masih ada 90 hari lagi menuju langsing.” Mereka pun menyemangati saya dengan kata-kata terbalik, misalnya “Sudah deh, kamu tidak akan langsing. Sudah urungkan saja niat diet kamu,” ujar seorang teman.

Ya, seperti yang saya sarankan kepada salah seorang Slimmers, abaikan saja apapun perkataan mereka. Anggap mereka tidak pernah berkata apa-apa. Peristiwa yang saya sarankan kepada teman, malah kejadian pada saya. Kesal! Tapi saya tidak mempersoalkan hal itu.

 

Cobaan Lagi
Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Meeting telah tiba. Seperti biasa, kue-kue dihidangkan di tengah meja, dari mulai cakwe, kue bantal, gorengan, dan rujak buah. Wow, cobaan…. Ini makanan super enak! Tapi mengingat saya sedang ikut MindSlim Challenge, apa boleh buat. Saya urungkan niat. Saya juga tidak sedang lapar fisik. Ketimbang saya harus menuruti lapar emosi, lebih baik tidak perlu memakannya dan menunggu jam makan siang. Setelah meeting. Hahaha… makanan yang tersisa jadi banyak banget! Hahaha…. Salah satu teman berkata, “Ini pasti karena kamu sedang ikut MindSlim jadi yang tersisa banyak begini,” ujar dia. Hihihi…

Setelah bekerja. Tibalah waktu makan siang. Saya sudah lapar fisik. Ya bagaimana tidak, saya yang biasa sarapan dengan dua roti tangkap isi, sekarang hanya mengonsumsi satu helai alias setengah tangkap roti isi selai kacang dan meses. Perut keroncongan pun menandakan sudah minta diisi. Saya dan teman-teman Ghiboo menuju food court. Sebelum memesan makanan, saya membeli air mineral kemasan botol 600 ml di supermarket. Lalu saya menuju resto Jepang yang menghidangkan Chicken Katsu Set.

Saya ingin melihat, apakah rasa chicken katsu dan gindara teriyaki di dalam set itu masih seenak biasanya? Mengingat Peking Duck hari Sabtu jadi terasa sangat amis dan aneh ketika saya makan dengan “5 Magic Rules.” Hihihi… Ternyata setelah saya makan sambil menetapkan “5 Magic Rules” ternyata ini benar-benar makanan yang enak. Seperti yang dikatakan Juli Triharto, saya wajib menghentikan makan saya saat netral, yaitu sebelum kenyang. Jadi, ketika lambung sudah memberikan sinyal netral. Saya pun menyisakan nasi setengah, tiga potong chicken katsu, serta sedikit salad. Mengingat bahwa sayur dan buah pun merupakan makanan yang perlu dikurangi ya….

Salah seorang teman tiba-tiba bingung melihat porsi makan saya yang mengecil. Beberapa teman mengherankan dengan pernyataan “Saya yang sudah kenyang.” Ya, kalau saya bilang netral, mungkin mereka akan semakin bingung. Salah satu teman membujuk saya untuk menghentikan proses diet ini, “Kamu tidak gemuk. Jadi, tidak perlu diet seperti ini!” katanya. Saya bilang, “Saya tidak diet kok. Saya mengonsumsi semua makanan yang saya sukai. Hanya saja porsinya dikurangi.” Perdebatan pun dimulai. Ia meminta saya untuk sit up saja dibanding harus mengikuti program MindSlim. Mungkin dipikir ini hanya buang-buang waktu dan nantinya saya pun tidak melangsing. Skeptis!

Sisa makanan fionaYa, saya hanya menjalani apa yang saya yakini dan mengabaikan perkataan orang lain. Daripada saya harus terus dengan kebiasaan ini sampai obesitas, lebih baik saya menghentikan dan mengikuti pikiran untuk menuju langsing. Karena kalau saya obesitas dan sakit jantung, saya sendiri yang rugi. Saya yang sakit. Dan dia hanya mengasihani. Ya… saya jalani saja apa yang ada di depan mata saja.

Kemudian, saya pun menuju kantor. Setelah kerja tiga jam, waktu-waktu mengemil pun datang. Aaakkk…. Teman-teman pun mulai turun untuk membeli makanan. Saya ternyata tidak tergoda. Saya hibur diri saya dengan pekerjaan di depan saya dan beristirahat ke meja seorang teman untuk merilekskan pikiran. Nyanyian Stephen Jenkins dari Third Eye Blind membantu saya untuk tetap duduk di kursi.

Jam 6 tepat, tibalah waktu pulang. Saya pun membereskan beberapa pekerjaan yang sempat tertunda karena terlalu fokus bekerja. Perut saya sudah menunjukkan lapar fisik. Tapi beberapa teman yang sudah mengemil sore hari tidak begitu lapar.

Salah satu teman, sebut saja Ninda juga ingin pulang. Kebetulan rumah kami searah. Saya pun ikut dengannya sampai Departemen Pekerjaan Umum dan saya berjalan kaki hingga parkiran Al-Azhar. Rasa lapar terus membuat saya ingin makan. Sesampainya di rumah, saya membuka tudung saji di kamar makan. Mie goreng langsung saya santap. Meskipun ini adalah makanan favorit. Saya tidak lupa menghentikannya sebelum terlalu kenyang. Setelah minum air putih. Rasanya kok malah kenyang sekali ya…. Saya hampir merasa gagal. Tapi seperti kata Dave ke Lucia di What’s App group Diary Dave MindSlim Challenge. Kenyang karena minum ternyata berbeda. Ya semoga saja ya, saya hanya kenyang karena minum. Bukan karena mie goreng.

Masih ada 89 hari menuju langsing! Ayo G-Readers tebak, kira-kira saya akan turun berapa kilogram sampai tanggal 16 Februari 2015? Yuk tebak-tebakan! [teks @fffionayh | foto dok Diary Dave MindSlim Challenge]

SHARE