Survei: 50 persen lebih karyawan berlibur sambil kerja

0
562
working on holiday

Wisatawan Asia Tenggara di antara kerja atau liburan

Pernah liburan tapi masih disibukkan dengan pekerjaan? Tak perlu sedih, karena Anda tidak sendiri. Penelitian global mengungkapkan bahwa sembilan dari 10 responden di Asia Tenggara mengecek email mereka saat berlibur. Tentunya ini adalah awal dari keribetan Anda mengurusi pekerjaan meski sedang berlibur. Ini akan membuat Anda sedikit berpikir antara kerja atau liburan.

Survei yang dilakukan oleh TripAdvisor ini telah diuji kepada 16.765 responden yang merupakan karyawan dari 14 asal negara, termasuk 618 responden dari Asia Tenggara. Jika dibandingkan dengan hasil global, 67 pesen responden Asia Tenggara mengatakan pernah bekerja saat liburan tahun lalu dibanding rata-rata global yang jumlahnya 46 persen.

55 persen responden di Asia Tenggara berkata mereka tidak keberatan untuk sedikit bekerja selama berlibur. Sementara 36 persen lainnya memilih untuk benar-benar terbebas dari pekerjaan dan sisanya sebesar 8 persen menikmati untuk tetap terhubungkan ke pekerjaan mereka saat berlibur.

Lalu apa alasan mereka masih mengurusi pekerjaan kantor saat berlibur? Di semua negara yang disurvei alasan utama tetap bekerja saat berlibur adalah situasi darurat yang membutuhkan perhatian. Meski terdengar konyol, mau tidak mau para pegawai ini mengikuti kemauan dari atasan mereka yang terpisah jarak jauh itu.

Hal yang menyedihkan adalah, responden dari Asia Tenggara adalah yang paling mungkin merasa bersalah jika tidak bekerja selama berlibur dan yang paling mungkin mengatakan bahwa manajer mereka mengharapkan mereka untuk bekerja meski terhitung tidak aktif di kantor.

Dari segudang aktifitas yang bisa menghubungkan Anda dengan kantor saat berlibur, berikut beberapa aktifitas yang paling sering dilakukan oleh responden TripAdvisor. Paling besar setelah memeriksa email adalah membuat atau mengedit dokumen. Kemudian di posisi berikutnya kegiatan yang paling sering dilakukan ketika berlibur adalah mengedit presentasi.

Kegiatan terakhir yang mungkin dilakukan ketika seseorang dalam liburan adalah mengukuticonference calls. Hal ini tentu saja ditunjang dengan teknologi yang semakin berkembang. meningkatnya konektivitas internet dan akses ke perangkat mobile telah membuat perusahaan berharap bahwa karyawan harus selalu siap untuk pekerjaan, sehingga memberikan perasaan harus memeriksa email saat berada di luar kantor serta melakukan kegiatan darurat lainnya.

Survei ini dilakukan sejak 7 hingga 13 Agustus lalu dan mendapatkan hasil yang sedikit menyedihkan. Karena ternyata sebagai wisatawan Asia Tenggara, Anda masih harus terikat oleh pekerjaan kantor, dan tak bisa lepas dari kegiatan mengecek email.

Jadi, jika Anda ingin lebih menikmati liburan, ada baiknya untuk sementara mengurangi kebiasaan Anda mengecek email atau mengurangi kebiasaan mengecek gadget Anda. Siapa tahu Anda akan terbebas dari beban dadakan di destinasi yang jaraknya puluhan bahkan ribuan kilometer dari kantor Anda. « [teks @nandiyanti | foto shutterstock]

SHARE