Cara Donna Agnesia mengajarkan pendidikan seks kepada anak

0
2001
donna agnesia

Urusan pendidikan seks dan organ tubuh Donna Agnesia bagi tugas dengan suami

Jika G-Readers termasuk orangtua yang mengenalkan organ tubuh atau menerapkan pendidikan seks untuk anak dengan cara mengganti nama atau menggunakan istilah lain, maka hal sama juga dilakukan oleh aktris Donna Agnesia.

Tak salah memang jika menerapkan hal ini. Sebagai warga dari bangsa yang masih cukup menjunjung nilai kesopanan, hal-hal yang bersinggungan dengan seks seringkali dianggap tabu, meskipun bermaksud positif. Ini pula yang diamini oleh istri Darius Sinathrya tersebut.

“Untuk menjelaskan organ-organ tubuh yang vital, aku pun masih harus mengganti namanya. Ya, sama lah dengan yang dilakukan banyak ibu. Menurut aku ya, nggaksopan aja kalau memang harus menyebutkan,” ujar perempuan yang kerap disapa Donna kepada Ghiboo beberapa waktu lalu.

Ibu dari empat orang anak ini meyakini pendidikan seks usia dini memang perlu dilakukan namun caranya berbeda. “Memberi penjelasan ke anak itu harus mudah, kalau kita terlalu ilmiah nanti anak-anak nggak ngerti. Tapi kalau terlalu vulgar juga efeknya pasti nggak baik,” ujar presenter acara olahraga tersebut.

Perempuan kelahiran Jakarta, 8 Januari 1979 ini pun kerap berbagi tugas dengan sang suami untuk menjelaskan hal-hal yang dianggapnya sensitif. Tak peduli seberapapun sibuknya jadwal masing-masing, Dia dan suami sama-sama mempunyai tanggungjawab penuh terhadap buah hati.

“Biasanya aku lebih ke penjelasan yang general, kalau suami yang ngajarin pasti lebih bisa masuk dan diterima jagoan-jagoan aku [Sebutan untuk anak]. Kita biasanya ngejelasin suatu hal sambil anak-anak main, jadinya anak pun nggak bosan,” tambahnya.

Di akhir obrolan, Donna yang mengakhiri masa lajang pada tanggal 30 Desember 2006 ini mengajarkan anaknya untuk selalu menjaga dirinya dengan baik, bahkan perlahan mulai melatih anak untuk menyelamatkan diri.

“Aku jelasin, bagian tubuh paling pribadi yang hanya boleh dilihat dan disentuh sama diri sendiri atau orangtuanya. Aku juga ngajarin, kalau ada yang kurang ajar, anak-anak harus teriak, cari perlindungan,” ujarnya. « [teks @boyMALI | foto @bagusimsum]

SHARE