Dua desa wisata di Lombok terus dikembangkan

0
576
TEROPONG KEHIDUPAN_DESA BANYU MULEK

Dua desa wisata di Lombok target pengembangan destinasi di semester kedua 2014

Panorama Foundation bekerjasama dengan program Regional Economic Development [RED], melakukan pengembangan Desa Wisata di Lombok bekerjasama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale. Zusammenarbeit [GIZ]. Desa Wisata ini dikembangkan dengan tujuan menjadi salah satu konten destinasi wisata yang sesuai dengan kriteria pariwisata berkelanjutan bagi tamu domestik maupun mancanegara.

Pengembangan desa wisata di semester kedua 2014 ini diarahkan pada dua desa di Lombok. Yaitu Desa Sekarbela dan Desa Banyumelek. Keduanya memiliki keistimewaan masing-masing. Desa Sekarbela merupakan desa yang dikenal sebagai pusat sentra kerajinan emas dan mutiara di Lombok.

Serupa dengan Sekarbela, Desa Banyumelek pun telah dikenal sebagai desa penghasil benda kerajinan yang berasal dari tanah liat. Bukan sekedar barang tanah liat, namun sudah diciptakan dengan kualitas ekspor. Karena itu Panorama dan pihak lainnya melakukan kegiatan tanggung jawan sosial dalam berbagai bentuk.

Kegiatan yang dilakukan di kedua desa tersebut antara lain program training dan pendidikan bagi penduduk kedua desa dalam hal hospitality, character building, tour guidance, pembangunan narasi desa, promosi hingga mendatangkan turis asing ke daerah tersebut.

Kedepannya diharapkan program ini dapat membantu kedua desa untuk memaksimalkan potensi pariwisata yang mereka punya menuju pariwisata berkelanjutan. Terlebih dilihatnya kemungkinan meluasnya perkembangan potensi wisata di Indonesia.

Pembukaan serta perluasan airport baru di Indonesia menambah daftar peluang bagi Perseroan untuk di tahun 2015 terus bergerak dan mengembangkan bisnis di setiap pilarnya. Ditambah dengan pemerintahan yang baru dengan menfokuskan pada branding sektor pariwisata dengan berbasis teknologi dan juga pengembangan maritim guna peningkatan perekonomian menambah optimis Perseroan.

Melihat dari sisi karakteristik pasar juga terdapat perkembangan, yaitu munculnya generasi baru yang sering disebut sebagai Generasi Milenial usia 18 hingga 32 tahun, di mana kecenderungan mereka adalah melakukan aktifitas dengan berbasis internet. Membaca hal ini digali juga potensi pasar jauh kedepan yaitu pasar e-commerce khususnya bagi pilar travel and leisure.

Selain itu dari pilar transportasi juga akan mengembangkan usaha dengan penambahan unit armada taksi, sedangkan pilar hospitality dalam hal ini yang bergerak dalam hotel management, Panorama akan mengoperasikan hotel-hotel dengan dua International Brand baru di Makassar [Park Inn by Radisson], Lampung [Park Inn by Radisson] dan Batam [Radisson]. Tentunya kesatuan unit ini dapat menunjang tersedianya fasilitas dan kenyamanan Anda selama berwisata. « [teks @nandiyanti | foto bfclombok.com]

SHARE