Bakerzin

0
1043

“Menu-menu di Bakerzin cuma ada dua jenis…” – Andira Pramanta

pencicip @andiraa – penyiar Drive N’ Jive 87.6 Hard Rock FMandira

 

 

 

“Andira, lunch sama Ghiboo.com yuk, di Bakerzin!”

Menolak ajakan seperti itu, buat gue, bodohnya se-level sama nolak cintanya Nadya Hutagalung.Diajakin makan kok nolak? Untungnya hari itu bukanlah satu hari di bulan puasa. Kalaupun itu bulan puasa, mungkin gue akan bilang, “Boleh nggak, lunch-nya diundur jam 6 sore?” Ya kalo itusih namanya bukber, ‘kali, Ndir..

Suasana Bakerzin Plaza Senayan

Bicara sedikit lebay, atau lebay-ly speaking, nama Bakerzin itu sudah nggak asing lagi di telingague, apalagi di perut. Dengan rendah hati, paling tidak, gue bisa menyebutkan tiga dari banyak lokasi Bakerzin di Jakarta. Kebetulan hari itu Ghiboo.com mengajak gue ke cabang Bakerzin favoritgue, di Plaza Senayan.

The New Bakerzin
Gue cukup tua untuk tau bahwa lokasi Bakerzin di Plaza Senayan ini sudah pernah berpindah sekali. Masih di lantai 2, tapi sekarang Bakerzin yang ‘baru’ ini tempatnya jauh lebih nyaman dibandingkan yang dulu. Lebih terbuka, namun tetap tertutup, dengan opsi meja yang cukup beragam. Modern Rustic, kalau tidak salah itu tema yang diangkat dari interior Bakerzin yang baru ini.

Interior Bakerzin dan menu bakery-nya

Tak usah kuatir, setiap sudut restoran ini sangatlah social media friendly. Maksudnya, kalo G-Readers foto segala sesuatu di Bakerzin, dan mem-posting-nya ke social media, dijamin ada yang komentar, “Wih, di mana nih? Keren banget!” Lantai bermotif, furnitur kayu, dan segala sesuatunya membuat G-Readers nyaman duduk untuk menyantap hidangan, menikmati dessert, atau sekadar ‘ngopi-ngopi cantik’ [ingat ya, in order to ‘ngopi-ngopi cantik’, you have to be cantik first, hehehe].

Faktanya, Bakerzin itu aslinya dari Singapore. Bahkan pimpinan chef, yang kebetulan hari itu ada di tempat, asli orang Singapore.

 

Ini menu, atau majalah pria dewasa?
Setelah dipersilakan duduk, gue disuguhi sebuah menu setebal majalah fashion ibukota. Walaupun ini bukan kali pertama gue makan di Bakerzin, tapi membolak-balik halaman menu Bakerzin selalu menjadi kewajiban. Astaghfirullah! Ini menu, atau majalah pria dewasa? Dari halaman pertama sampai halaman terakhir, menu Bakerzin diisi foto-foto makanan yang seksi dan amat mengundang nafsu. Hmmm, nafsu makan ya.

Buat yang berzodiak Libra –yang sering dituduh sebagai manusia labil– sudah pasti buku menu Bakerzin akan memunculkan rasa ‘kontroversi hati, tanpa konspirasi kemakmuran’ [dapet salam dari Vicky, twenty nine my age]. Bingung mau pesan apa. Karena pada dasarnya, dari menu breakfast, snack, pasta, salad, soup, burger, steak, lokal, internasional, dessert, kopi, teh, juice, sampe cocktail tersedia di Bakerzin. Kebetulan hari itu gue lunch ditemani sama salah satu empunya Bakerzin. Dia pun bilang kalo di restoran ini hampir tersedia lebih dari 300 menu.MAMAM NOH! Hahaha.

Satu kebiasaan gue di restoran manapun, selalu menanyakan apa yang spesial di tempat tersebut. Walaupun gue udah punya satu menu andalan dalam pikiran, pertanyaan wajib tetapgue lemparkan ke chef. Jawabannya, adalah 100% tepat. Menu yang biasa gue pesan, yaitu Nasi Goreng Buntut, memang salah satu menu jagoan Bakerzin.

Nasi Goreng Buntut Ala Bakerzin

Apa yang bikin nasi goreng ini enak? Banyak faktornya. Daging buntut suir pilihan terbaik, lembut seolah meleleh di dalam mulut. Bumbunya sangat khas, dijamin akan keinget terus sampai malam. Kalo G-Readers masih mencari pasangan, carilah yang seperti rasa Nasi Goreng Buntut Bakerzin, KONSISTEN! Sepuluh tahun lebih, rasanya tak pernah berubah, malah makin enak.

Kalo suka Nasi Goreng Buntut, lain kali coba Ribs Bakar-nya, dijamin suka,” kata Chef Yap Chern Chee. Nggak usah diomongin, kalo G-Readers ngeliat foto dalam menu, pasti akan berpikiran hal yang sama. Selain Nasi Goreng Buntut, di atas meja gue juga tersaji pizza. Terus terang gue lupa namanya, tapi gue bisa ceritain enaknya. Well, lupa namanya, ingat rasanya. Gue nggak terlalu suka pizza yang tebal, tapi di Bakerzin, pizzanya tipis sedikit kering-kering renyah.

Bisa dirasain kalo pasta tomat dan keju yang digunakan sangatlah segar, bukan berasal dari kalengan atau botolan. Beef bacon sebagai toping pizza pun ikut mengguncang paguyuban dangdut yang sedang berlangsung dalam mulut gue.

Satu menu yang sempat gue cicipi hari itu adalah, kalo nggak salah, Spaghetti Pesto with Salmon. “Pasta itu di mana-mana rasanya sama aja kali, Ndir,” ucap seseorang. Tidak! Kurang setuju, butuh keahlian khusus untuk memasak pasta dengan tingkatan aldente yang pas, tetesan olive oil juga pan fried salmon yang rasanya seolah-olah, menari-nari dalam mulut –kebanyakan baca komik, I know. Itulah yang gue rasain.

Jangan terlalu kenyang, nanti nyesel
Satu hal yang wajib dicicipi ketika di Bakerzin bukanlah main course, tapi dessert-nya. Macaroons, bermacam-macam cake, sampai dengan dessert favorit gue, yaitu Waffle with Ice Cream. “Rasanya kayak bikin dosa,” adalah sebuah kalimat understatement, lebih tepatnya “Rasanya nikmat sulit dijelaskan, semacam tweet gue di-reply sama Nadya Hutagalung.”

Dessert-nya nggak ada yang nggak enak, alias enak semua. Karena itu gue bilang dari awal, maincourse-nya jangan gragas bin maruk. Tinggalkan sedikit ruang untuk dessert.

Udah ‘gitu aja? Oh belum. Setelah melepaskan kancing celana secara diam-diam, chef Yap datang lagi dan menyuguhkan sebuah menu baru. Cold brew coffee ala Bakerzin. Disuguhkan di atas nampan kecil, gelas yang ngebul karena hiasan dry-ice, sebotol kecil susu, gula, dan sebotol cold brew coffee baru buatan Bakerzin.

Jpeg

Sedikit cerita di balik cold brew, adalah teknik membuat kopi menggunakan air dingin dan es yang kemudian menetes perlahan. Rasanya? Seger, mata melek, dan kepingin take away. Take away? Iya. Jangan kuatir cold brew coffee Bakerzin dijual per botol kecil, dan bisa di-take away, kalo mau.

Kesimpulannya – Mampir ke Bakerzin paling deket sama daerah G-Readers. Liat sendiri majalah pria dewasa, eh buku menunya yang nafsuin. Karena gue, Andira Pramanta, berani jamin, lebih dari 80% menu Bakerzin, adalah hidangan yang enak. Dan 20% sisanya, ENYAK GIILAA.

Hint – Tempat ini cocok buat pasangan yang lagi ngambek, yang ketika ditanya mau makan apa, jawabannya ‘TERSERAH!’ « [foto @DonT_D4]

SHARE