Bila pecinta seni dan penikmat kopi bertemu di Kemang

0
757
Junk Not Dead

Mereka meramaikan acara Kemang Art and Coffee Festival 2014 

Minggu sore yang mendung, Galeri 678 Kemang Selatan cukup ramai didatangi para pecinta seni dan penikmat kopi. Ramai? Ya, karena hari itu sedang berlangsung acara Kemang Art and Coffee Festival 2014 yang diadakan oleh Kopi Keliling pada 28-30 November.

Kemang Art and Coffee Festival 2014 yang baru pertama kali diadakan ini melibatkan beberapa teman-teman dari berbagai bidang seni. Termasuk seni visual, sastra film, serta teman-teman yang bergerak di bidang kreatif seperti Aceking Sketch Squad, Alinea TV, Bioskop Keliling, Catalyst Art Shop, Coffee on Wheels[C/O/W], Fiksimini, Junk Not Dead, Kata Bergerak, Malam Puisi, Onigiri Futago, Rumah Pembaca, Sketsaku, SUMMON Studio, Tanam Ide Kreasi, Weekend Workshop (WeWo) dan Ngomongin Zine.

Deretan karya ilustrasi Suryakanta
Deretan karya ilustrasi Suryakanta

Pameran ilustrasi dan mini workshop

Dengan area yang tidak terlalu besar, pameran ini cukup menyedot banyak perhatian pengunjung. Dinding-dinding ruangan penuh terisi dengan karya-karya ilustrasi. Beberapa di antaranya ada karya ilustrasi ‘Suryakanta’ dari Sketsaku dan juga pameran ‘SEE(W)NTING’ dari Junk Not Dead.

Di exhibition area, ada salah satu workshop yang menarik pengunjung. Griting atau Grafis Printing dari Weekend Workshop [WeWo]. Pada hari itu, teman-teman dari WeWo memberikan workshop singkat mengenai pembuatan sablon secara manual. Banyak pengunjung yang baru tiba, dan langsung ikut bergabung.

Ada juga talkshow yang juga mencuri perhatian pengunjung di tengah exhibition area, yakni, Literary Coffee: Food Writing oleh Laksmi Pamuntjak. Laksmi Pamuntjak adalah seorang penulis novel sastra. Ia berbagi mengenai awal kecintaannya menulis karya sastra, hingga akhirnya ia jatuh cinta dengan karya sastra kuliner.

Talkshow dengan pembicara penulis novel Laksmi Pamuntjak [kiri]
Talkshow dengan pembicara penulis novel Laksmi Pamuntjak [kiri]
Kopi untuk melengkapi Minggu sore

Jika dilihat, memang mayoritas acara ini dipenuhi oleh pameran seni. Namun sejak memasuki ruangan sudah tercium aroma wangi kopi. Di sudut area ada beberapa orang yang terlihat menjajakan kopi, di antaranya ada kopi yang cukup istimewa,  Kopi Pahlawan asal Pulau Lombok. Salah satu penggeraknya, Maryam Rodja, bercerita bahwa melalui Kopi Pahlawan inilah mereka berupaya mengangkat kesejahteraan para petani di Pulau Lombok melalui kopi.

Selain dapat merasakan nikmat dan pekatnya berbagai macam kopi, kita juga mendapat pengetahuan baru mengenai kopi-kopi berkualitas yang ada di Indonesia. « [teks & foto Krisna Pratiwi]

Workshop
Workshop
SHARE