Darbotz, street artist asal Indonesia yang cinta Jakarta

0
1718
darbotz

Mengenal lebih jauh dengan Darbotz dan street art.

Graffiti atau street art merupakan salah satu bagian seni yang pastinya sangat familiar untuk mata G-Readers. Di Indonesia –khususnya Jakarta– pasti banyak kita temukan graffiti atau gambar yang terpampang di tembok pinggir jalan. Tapi, pernahkah G-Readers melihat proses penggambaran oleh para seniman graffiti? Apakah G-Readers tahu siapa saja tangan ajaib di balik cat semprot warna warni itu?

Darbotz, adalah salah satu street artist asal Indonesia yang karyanya dapat dilihat di tembok-tembok kawasan Jakarta dan sekitarnya. Hasil goresan catnya yang fantastis dapat dilihat di sebuah bangunan hotel di daerah Thamrin, Jakarta. Karya Darbotz juga ternyata sudah mendunia. Salah satu karyanya pernah dipajang di sebuah museum yang terletak di Singapura, Mizuma Gallery.

Ternyata Darbotz sangat cinta dengan Jakarta. Kemacetan, kerusuhan, dan kesibukan Jakarta membuat Darbotz terinsiprasi untuk menggambar dengan tema tersebut. Ia juga sangat khas dengan warna gambarnya yang hitam putih tanpa embel-embel nama sang pelukis seperti seniman lain. Darbotz juga mempunyai alter ego yang tervisualisasikan dalam gambarnya. Awalnya, ia menyebutnya sebagai cumi karena karakter yang keras dan tangguh seperti kerasnya Jakarta.

Selain warna gambar yang khas, Darbotz juga mempunyai gaya khas dan andalan saat difoto. Ia selalu menutupi bagian hidung dan mulutnya dengan menggunakan tangan. Seperti yang dikutip pada akun Twitter-nya Darbotz menyatakan, “I want people to know my work, not my face”. 

Untuk mengenal lebih jauh dengan Darbotz, simak tanya jawab dengan street artist yang baru-baru ini bekerjasama dengan perusahaan jeans ternama, Levi’s.

darbotz 1

sejak kapan terjun dalam dunia street artist?
“Yah, kurang lebih udah hampir 15 tahun lah. Atau sekitar tahun 2004-an.”

menurut Darbotz, apa definisi street art?
“Ya, sebenernya simple aja. Art di jalan. Udah ‘gitu aja. Sesimpel itu.”

‘gimana awalnya belajar untuk jadi street artist ‘gini?
“Otodidak aja. Karena ‘kan kalo gue bilang, ya beda medium aja. Lo biasa gambar di kertas, dan ini gambar di tembok.”

kriteria yang sepeti apa yang layak disebut sebagai street artist?
“Konsistensi kalo gue bilang. Street artist yang gambar di jalan terus. Maksudnya selama lo konsisten bertahun-tahun untuk buat gambar di jalan. Karena banyak yang ngaku-ngaku kalo dia street artist tapi gambar di jalannya satu atau dua kali dan itu bukan street artist.”

apa saja kendala untuk gambar di tembok?
Kalo gambar di kertas ‘kan gue bisa gambar kapan aja. Kalo kendala gambar di tembok, ya gue harus cari temboknya. Belum lagi cuaca yang nggak bisa diprediksi. Belum lagi kalo diberentiin Satpol PP dan dimarahin sama yang punya tembok.”

adakah pengalaman terburuk selama nge-bomb di Jakarta?
Alhamdulillah, sampai sekarang sih belum ada ya. Karena gue selalu memosisikan diri gue bukan kriminal. Jadi, kalo gue gambar, ya gue tinggal ngomong sama Satpol PP, kalo gue gambar itu tujuannya bikin lebih bagus. Paling preman-preman yang minta uang pas gue lagi nge-bomb. Itu juga banyak sih.”

pernah ketahuan polisi atau pihak berwenang saat lagi nge-bomb?
“Pernah! Gue pernah dibawa sampe kantor polisi, tapi ya udah gue dibebasin ‘gitu aja, karena yang kayak gue bilang tadi, gue bukan kriminal. Gue berargumen bahwa gue cuma gambar yang bikin bagus bukan sekadar coret-coret yang bikin jelek dan kotor.”

apakah dunia street art ini akan diturunkan juga ke putra kecil Darbotz?
“Hahaha, ya secara nggak langsung anak gue akan tau sih ya. Dia akan terbiasa melihat bapaknya gambar akan ikut-ikutan juga kali ya.” « [teks @chrissjee | foto hkgalleryguide.com dan facebook.com/DARBOTZ]

SHARE