Perjalanan pembuatan film Supernova

0
1290
Raline Shah, Rizal Mantovani, dan Paula Verhoeven
Raline Shah, Rizal Mantovani, dan Paula Verhoeven

Perjalanan Supernova sebelum boleh difilmkan..

Pada 11 Desember mendatang, sebuah film berjudul Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh akan segera dirilis di bioskop di Indonesia. Film garapan rumah produksi Soraya Intercine ini memiliki cerita panjang di balik pembuatannya.

Sunil Soraya, sang produser telah berencana membuat film tersebut sejak enam tahun yang lalu. Berhubung film ini diadaptasi dari novel mega best seller berjudul sama karya Dewi ‘Dee’ Lestari, Sunil pun mencoba meminta hak pembuatan film dari sang penulis.

Sayangnya, enam tahun lalu, Dee belum menginginkan bukunya itu dibuat dalam format film. “Enam tahun lalu saya merasa belum waktunya. Saya berpandangan, ceritanya belum selesai. Karena Supernova akan dibuat dalam enam buku. Saat Sunil menemui saya waktu itu pembuatan Supernova baru sampai buku ketiga,” ujar Dee saat ditemui di premiere Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh, di Plaza Senayan, Sabtu lalu.

Dewi Dee Lestari
Dewi “Dee” Lestari

Setelah enam tahun berjalan, Dee merasakan perubahan pandangan. “Sekarang Supernova juga belum selesai sih, baru sampai buku kelima. Tapi ada perubahan pandangan seiring waktu. Saya merasa setiap cerita Supernova bisa dinikmati secara terpisah dari setiap buku. Saya juga lihat keseriusan Sunil untuk membuat ini,” ungkapnya.

Sejak itulah, tepatnya di tahun 2012, Dewi melepaskan hak pembuatan film Supernova ke pihak Sunil Soraya. Dengan dilepaskannya hak pembuatan film bukan berarti film ini digarap dengan mudah.

Sunil menceritakan bagaimana proses mengubah buku drama namun sarat akan sciences ini bisa dinikmati dalam versi audio visual. “Saya membutuhkan waktu dua tahun lamanya. Merombak skenario. Membuat 300 scenes bersama dengan penulis naskahnya Donny Dhirgantoro hingga memilih pemain,” tuturnya.

Setelah berhasil menyelesaikan draft naskah, tahap tersulit selanjutnya adalah menentukan pemain. Penokohan yang dituliskan Dee dalam novelnya begitu kuat. Sehingga membuat pihak rumah produksi benar-benar berhati-hati dalam memilih pemerannya.

Sayangnya, sebagai penulis buku, Dee tidak terlibat banyak di sini. Karena saat penggarapan film ini, ia sedang disibukkan dengan penulisan buku Supernova kelima: Gelombang. “Saya sebatas berdiskusi. Sunil sounding ke saya siapa yang akan memerankan tokohnya, tapi saya bukan sebagai penentu. Karena saya sedang menulis Gelombang saat itu. Saya merasa tidak ada yang bisa menggantikan saya menulis Gelombang, sedangkan untuk memilih pemain masih banyak orang-orang yang lebih ahli di bidangnya. Dan saat sudah terpilih saya rasa saya sreg dengan pilihan Sunil,” jelasnya.

pemain film supernova
Pemain Film Supernova

Dari pemilihan pemain tersebut terpilihlah nama Raline Shah memerankan tokoh Rana, Herjunot Ali sebagai Ferre, Fedi Nuril sebagai Arwin, Paula Verhoeven sebagai Diva, Arifin Putra sebagai Ruben, dan Hamish Daud sebagai Dimas.

Hingga malam pemutaran premier film Supernova, baik Dee sebagai penulis ataupun pemain belum ada yang menyaksiikan film secara utuh. Malam itu merupakan pertama kalinya mereka menyaksikkan film yang dibuat sejak tahun 2012 lalu.

“Selama menjalani ini saya nervous. Karena karya ini besar, jadi aku sempat takut juga. Aku harap kalian suka,” kata Raline sebagai salah satu pemeran utama film Supernova, yang ditemui di kesempatan yang sama.

Yang penasaran dengan hasil akhir film ini bisa langsung menontonnya di bioskop kesayangan mulai 11 Desember 2014 mendatang. Untuk info tambahan, bagi penggemar buku-buku Dee, Supernova merupakan karyanya yang keempat yang dibuat ke dalam format film layar lebar. Sebelumnya Perahu Kertas, Rectoverso, juga Madre sudah terlebih dahulu difilmkan. Setelah Supernova dirilis, karya Dee berikutnya yang akan dibuat menjadi film layar lebar adalah Filosofi Kopi. « [teks @nandiyanti | foto @mirzablue]

SHARE