MindSlim Challenge Diary – Day 6

0
694
main sosial media usai bangun tidur

Jakarta, 20 November 2014

Dear G-Readers,

Sejak ikut Diary Dave MindSlim Challenge, ritual setiap pagi saya berubah. Yang biasanya bangun tidur ngulet di tempat tidur sambil main sosial media, sekarang saya harus bangun tidur, langsung mandi sekaligus mirroring. Sambil mandi, saya serap seluruh energi positif di sekitar, seperti suara, hembusan angin, dan sebagainya. Saya serap dan masukkan ke dalam tubuh saya. Lalu, saya bayangkan tubuh saya melangsing seperti 10-15 tahun lalu.

Kemudian saya membayangkan tubuh saya melangsing 5-10 tahun mendatang. Rasanya itu bahagia. Saat membuka mata, eh ternyata itu hanya bayangan. Tapi tidak apa-apa. Saya yakin bisa mencapai berat ideal, meskipun godaan dan cobaan selalu saja datang.

Saya pun berangkat ke kantor. Karena kurang tidur, saya memutuskan untuk langsung pergi ke kantor. Sesekali melenceng dari rutinitas tak apalah. Saya pun melaju kencang melewati jalan pintas dan menembus kemacetan ibukota. Ya, meski saya dihadapkan oleh pengemudi kendaraan yang seenaknya, tapi saya tetap bisa bersabar menuju kantor.

Setibanya di kantor, beberapa pekerjaan sudah menanti. Fyuh… satu per satu saya selesaikan hingga tiba waktu makan siang. Saya berniat untuk membungkus makanan saja. Nasi setengah plus sup iga lengkap dengan tomat dan wortel pun siap saya santap. Tak lupa, bandel sedikit ah…. saya mengonsumsi kikil. Lemak bertemu lemak nih.

Udara yang dingin membuat saya memerlukan tambahan lemak. Agak tidak sadar ya… Kalau sebenarnya, tidak perlu ditambah. Tapi malah perlu dikurangi. Hehehe… Saya pun menghabiskannya satu per satu. Ternyata di potongan iga kedua, saya sudah kenyang. Untung sahabat saya masih bisa menampung sisa iga yang lezat ini. Jadi sisanya tidak mubazir deh.

Jam 13.00 WIB. Kembali ke meja masing-masing. Ketak-ketik komputer terus berlalu sampai tiba waktunya makan sore. Eh, sudah tidak berlaku tuh sekarang. Lumayan… bisa irit di akhir bulan, kan? Kemudian jam pun terus berdetak sampai pukul 18.00 WIB. Mungkin ya karena saya tidak makan sore.

Jam 18.00 perut saya sudah lapar sekali. Saya pun mengajak seorang teman untuk makan di dekat kantor. Gohyong dengan nasi setengah sudah terbayang-bayang di pikiran. Sayangnya, saat kami ke sana, mereka tidak jualan. Apes! Saya pun minta agar teman saya mengarahkan motornya kembali ke parkiran dan jalan kaki menuju warung tenda yang menjual nasi gila.

Sebenarnya biasanya saya tidak terlalu lapar. Tapi mungkin karena tidak makan sore, saya jadi super lapar. Perut keroncongan dan mulai pusing, saya pun memesan nasi gila setengah porsi tanpa MSG. Maklum teman saya ini dilarang dokternya mengonsumsi MSG, jadilah saya terkena imbasnya. Tapi, ya tidak apa-apa juga sih. Setidaknya kami jadi sehat bersama, kan?

Selang beberapa menit, nasi gila itu datang. Teman saya makan dengan lahap. Sementara saya makan seperti orang kurang semangat, lambat karena berusaha merasakan tekstur nasi gila dan mengunyah dengan perasaan. Rasa panas dan pedas mericanya sangat terasa. Oh, ternyata seperti ini ya, kalau makan tanpa MSG. Haha… baru tahu. Aneh! Belum habis nasi setengah gila, eh nasi gila setengah porsi itu, saya pun sudah mulai netral. Apalagi saya banyak minum. Jadi, kalau ditotal mungkin saya hanya makan 7/8 nasinya saja. J

Jadi, kalau disimpulkan MindSlim hari ini? Berhasil! Yeeee!! « [teks @fffionayh | foto shutterstock.com] → Hari-hari sebelumnya.

SHARE