Menikmati alunan musik tradisional alam Gua Tabuhan Pacitan

0
1390
Goa Pacitan

Percayakah kamu bahwa alam memiliki harmoninya sendiri? Kita bisa merasakan harmoni tersebut lewat suara-suara khas yang diciptakan seluruh unsur alam.

Suara laut dan suara gunung sudah sering kita dengar. Lalu bagaimana dengan gua? Sebuah lubang besar yang terbentuk di tubuh bumi yang dalam rasanya selalu terkesan sunyi bukan? Tapi, nyatanya ada sebuah gua di Pacitan – Jawa Timur yang memiliki suara indah, bahkan pandai bermusik. Sungguh luar biasa!

Gua unik tersebut dikenal dengan nama Gua Tabuhan. Gua ini terbentuk alami di Pacitan, tepatnya pada Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung. Lokasinya kira-kira sejauh 40 kilometer dari pusat kota 1001 gua ini. Gua Tabuhan adalah salah satu objek wisata gua terunik di Pacitan karena kepiawaiannya menghasilkan musik.

Kekhasan Gua Tabuhan adalah suara mirip gamelan yang dihasilkan bebatuan gua apabila dipukul. Gua ini memiliki stalaktit dan stalakmit sebagai hasil reaksi kimia air hujan dan mineral kapur selama ratusan tahun yang membentuk tonjolan batu di sisi-sisi gua.

Meskipun gua pada umumnya pun memiliki stalaktit dan stalakmit, Gua Tabuhan menjadi lain daripada yang lain karena tonjolan batu tersebut dapat menghasilkan kemerduan suara yang serupa dengan gamelan.

Pertunjukan gamelan alam inilah yang menjadi suguhan utama di Gua Tabuhan. Para pengunjung perlu membayar Rp100.000,00 sebagai tiket pertunjukan. Seniman yang berasal dari penduduk setempat akan memainkan gamelan alam ini ditemani dengan lantunan 6 judul tembang karawitan yang memesona.

Perhatikanlah terampilnya penabuh gamelan/waranggono mengetuk-ngetuk berbagai sisi batu gua untuk menghasilkan alunan musik tradisional yang alami. Umumnya satu buah kendang ditambahkan sebagai instrumen musik untuk meramaikan komposisi tembang.

Paduan suhu dan kesunyian gua yang dihiasi dengan penampilan penuh penjiwaan dari para waranggono (umumnya berjumlah 4 orang), ditambah lagi syahdunya lantunan tembang dari 3 orang sinden menjadikan suasana mistis juga terasa kuat. Pemandangan gua yang dipenuhi stalakmit dan stalaktit berukuran panjang sekitar 7 meter (diameter rata-rata 1 meter) juga membawa kamu terhipnotis. Sungguh sebuah hiburan kesenian yang membawa kita menyatu dengan harmonisasi alam semesta.

Menariknya, saat sedang ramai pengunjung (biasanya akhir pekan) para seniman ini akan bermain musik sendiri dan tidak memungut biaya normal. Pada kondisi ramai, biasanya seniman sengaja menghibur dengan bayaran sukarela dari para pengunjung.

Tak hanya menawarkan suguhan musik alam, Gua Tabuhan juga terkenal karena diyakini sebagai tempat pertapaan Pangeran Diponegoro bersama para pengikutnya. Pendapat ini diperkuat dengan adanya sebuah ruangan kecil di ujung gua yang diyakini sebagai tempat bertapa.

Akses ke Gua Tabuhan

Ada tiga cara untuk mengakses Gua Tabuhan berdasarkan situs resmi pemerintah kota Pacitan untuk kamu yang menggunakan pesawat dari luar kota. Kamu bisa terlebih dahulu mendarat di Surabaya, Yogyakarta, atau Solo. Gunakanlah maskapai murah sekelas Citilink, Lion Air, Air Asia, atau Sriwijaya Air untuk bisa mencapai bandara di tiga kota tersebut..

Yogyakarta dan Solo terbilang lebih dekat untuk mengakses Pacitan. Jika kamu memutuskan datang dari Surabaya, kamu harus siap dengan waktu tempuh perjalanan darat sekitar 6 jam. Sebaliknya, panjang perjalanan dari Yogyakarta kurang lebih 108 kilometer menuju Pacitan, sementara Solo lebih jauh 2 km dari jarak Yogyakarta. Waktu tempuh dua kota ini ke Pacitan kira-kira 3 jam perjalanan darat.

Jika kamu memang tidak mendesak harus melalui Surabaya, sebaiknya gunakan rute dari Yogyakarta atau Solo saja mengingat setibanya di Pacitan, Anda masih memiliki 40 km perjalanan dari pusat kota untuk mencapai Gua Tabuhan. « [adv]

SHARE