7 macam diet yang diprediksi populer di tahun 2015

0
1842
trend diet di 2015_1

Punya tubuh langsing dan seksi tentu sudah menjadi idaman hampir semua wanita. Segala cara diet kamu lakukan. Di tahun 2014 ini, kamu tentu mengenal diet mayo. Dalam waktu 13 hari, kamu disarankan untuk menghindari garam. Pola makannya pun benar-benar diatur. Apakah berhasil?

Nah, di tahun 2015, G-Readers akan bertemu 7 macam tren diet. Ingin tahu seperti apa diet yang disarankan oleh situs Glamour.com? Cek poin di bawah ini ya!

1. Seeds dan Nuts: 54 persen survei yang dilakukan ahli gizi mengungkapkan bahwa diet di tahun 2015 akan mengarah ke superfoods [meskipun mereka juga melihat bahwa selada, Greek yogurt, alpukat, dan produk yang mengandung kelapa seperti minyak kelapa juga akan tetap naik daun].

2. Apapun makanannya, tapi tidak termasuk daging sapi. Para ahli gizi menyarankan ikan dan seafood, telur, sayur-sayuran dan kacang-kacangan, ikan dan susu, dan makanan yang mengandung protein tinggi seperti kedelai merupakan makan yang sehat. Beberapa ahli nutrisi berpikir bahwa daging merah tidak menyehatkan, karena kebanyakan mengandung lemak jenuh, kolesterol, dan tidak ramah lingkungan.

3. Gluten Free: Kamu masih menggunakan makanan gluten-free atau wheat-free? Kabar baik untuk kamu, sebab diet seperti ini masih berlangsung sampai tahun depan. “Terlepas dari kurangnya bukti yang mendukung makanan wheat-free atau gluten-free dapat menurunkan berat badan, konsumen percaya bahwa mengonsumsi kedua jenis makanan ini dapat membantu mereka menurunkan berat badan,” ujar Jenna A. Bell, PhD, RD, Senior Vice President dan Director of Food & Wellness at Pollock Communications.

Survei menunjukkan 70 persen ahli gizi percaya kesadaran masyarakat akan nutrisi dan penurunan berat badan akan lebih tinggi di tahun 2015 dibandingkan di tahun 2014. Bahklan para ahli gizi tersebut juga meramalkan bahwa masyarakat akan tetap melakukan “clean eating” dan Paleo diet.

trend diet di 2015

4. Diet rendah lemak: Di tahun 2015, kemungkinan diet rendah lemak sudah tidak terlalu digemari lagi. Sedangkan, diet rendah karbohidrat akan terus melonjak dalam popularitas.

5. Lemak baik vs. Lemak jahat. Tidak semua lemak harus dihindari. Anda juga perlu memilah-milah, mana lemak baik untuk tubuh Anda dan mana yang bukan. Lemak baik dapat Anda dapatkan dari makanan yang berjenis kacang-kacangan seperti pistachio, almond, kacang tanah, olive oil, dan alpukat.

Sementara itu kurangi lemak jahat yang terkandung di dalam daging, susu, keju, telur, dan seafood seperti udang dan kerang.

6. Cek blog kesehatan: Ingin mencari info kesehatan? G-Readers bisa mendapatkan info dari blog, tapi kamu juga perlu mengecek info kebenarannya ya! Tak ada salahnya kalau G-Readers mengecek info yang benar dari para ahli kesehatan yang memberikan up-to-date dan informasi tentang nutrisi yang akurat.

7. Membaca label lebih cermat: Para ahli menyarankan untuk selalu memeriksa label, misalnya penyebutan GMO-free. Faktanya, para ahli memprediksi bahwa masyarakat cenderung memilih makanan organik, clean-eating, dan makanan berlabel gluten-free.

Jadi, kamu akan pilih diet yang seperti apa? Masih menjalankan diet lama, G-Readers? « [teks @fffionayh | foto Shutterstock.com]

SHARE