Calvin Jeremy berbagi cerita seputar perayaan Natal

0
981

Perayaan besar menyambut Natal bergema di seluruh dunia. Di tanggal 25 setiap bulan terakhir, umat Kristiani bersuka cita merayakannya. Lagu-lagu Natal semacam “White Christmas”, “Jingle Bell Rock”, “Joy To The World”, terdengar merdu dan syahdu mengiringi perayaan ini. Dan setiap keluarga punya cara khasnya tersendiri untuk memperingati. Seperti Calvin Jeremy dan keluarga besarnya.

“Biasanya kita ibadah di gereja. Pulangnya makan malam dan barbaque sama saudara-saudara, tukar kado, dan berdoa mengingat kebaikan Tuhan dari natal tahun lalu,” ungkap Calvin tentang kegiatan Natalnya. “Dan satu persatu, Mama, Papa, dan Kakakku kasih pujian dan masukan buat gue.

Lagu-lagu rohani mengalun syahdu di rumah musisi muda ini. Dari sekian banyak lagu Natal yang ada, Calvin punya satu yang paling favorit. Lagu itu juga menjadi titik tolak baginya untuk terjun di industri musik.

“White Christmas! Lagu ini selalu mengingatkan gue akan how I first discovered. Gara-gara lagu White Christmas yang gue nyanyiin cuma sepotong di akhirannya itu, bikin gue ditemuin sama anak produser di gereja, sampai bisa akhirnya bekerjasama dengan Universal Music. Jadi dengar lagu White Christmas saat Natal terkadang bisa bikin gue menitikan air mata,” senyum Calvin, yang juga memfavoritkan film Natal Home Alone.

Harapnya di Natal tahun ini, “Gue bisa menjadi orang yang selalu menjadi berkat buat orang lain. Bukan hanya materi, tapi waktu, tenaga, dan kata-kata yang menguatkan. Karena waktu kemarin gue kunjungan Natal ke sekolah anak-anak jalanan bersama teman-teman IES South, gue tersadar bahwa di luar sana masih banyak teman-teman kita yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Kalau bukan kita yang membantu, siapa lagi?”

White Christmas Calvin Jeremy

White Christmas

White Christmas

Sebelum menutup cerita Natalnya ini, Calvin ingat akan suatu nasihat “Kemarin gue dengar pesan natal yang indah banget. Bahwa hidup kita selama di dunia bukan ditentukan dari berapa banyak uang atau harta yang kita punya, tetapi adalah bagaimana hidup kita sudah menjadi dampak buat orang lain?

“Apakah perbuatan atau perkataan kita sudah memberkati atau mempengaruhi hidup orang lain menjadi lebih baik? Intinya kita nggak sendirian hidup di dunia ini. Orang lain diciptakan Tuhan untuk hidup bersama-sama dengan kita, dan alangkah indahnya kalau kita bisa saling berbagi hal yang positif dan menerima segala kekurangan dan menghargai setiap kelebihan yang ada di setiap orang.” « [teks @bartno | foto dok. Calvin Jeremy]

SHARE