Beragam fakta hilangnya pesawat AirAsia di perairan Indonesia

0
1528

Kabar duka tengah menyelimuti negeri ini. Pada Ahad kemarin [28/12], pesawat AirAsia QZ8501 rute Surabaya – Singapura, hilang kontak pukul 06.17 WIB. Diperkirakan pesawat putus kontak di sekitar Tanjungpandan – Belitung.

Bagi AirAsia ini adalah kecelakaan pertama kali, sejak berdirinya maskapai ini di tahun 1993.

Dalam data manifest penerbangan, tercatat ada 155 orang warga Indonesia, 1 warga Singapura, 3 Korea Selatan, 1 Prancis, 1 Malaysia, dan 1 warga Inggris.

Berikut hal penting dari kecelakaan ini:

» Take off dari Bandara Juanda Surabaya, pukul 05.35, jadwal waktu tiba pukul 08.30 WIB.

» Pesawat AirAsia kontak terakhir pukul 06.12, untuk meminta naik pada ketinggian 38.000 kaki guna menghindari awan. Namun lima menit kemudian hilang kontak pukul 06.17 di sekitar Tanjungpandan-Belitung.

» Basarnas atau Badan SAR Nasional memperkirakan pesawat AirAsia terjatuh. Pencarian sudah dimulai sejak Minggu pagi. Namun dihentikan ketika malam karena cuaca buruk. Pencarian akan dimulai lagi pagi ini.

“Kita akan kerahkan seluruh kekuatan kita dan potensi dari TNI, Polro, dan bantuan masyarakat, termasuk para nelayan,” ujar Kepala Basarnas Bambang Sulistyo.

» Singapura, Malaysia, dan Australia telah mengirimkan bantuan tim pencari.

» AirAsia mengubah logo pada lamannya menjadi abu-abu dan menyediakan link khusus untuk kejadian ini. Emergency call AirAsia 021-9270811

» Presiden Jokowi meminta kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi [KNKT], Basarnas, TNI, Polri, serta relawan-relawan, untuk terus bekerja keras menemukan pesawat ini.

Doa kami untuk para korban dan keluarga. « [teks @bartno/ berbagai sumber | foto wikimedia.com]

SHARE