S.O.S hadapi ibu mertua

0
487

Ada berbagai macam cerita tentang ibu mertua. Kamu masih tinggal di “Pondok Mertua Indah?” Kadang sikap mertua yang memiliki latar belakang pemikiran yang berbeda bisa membuat kamu sensitif. Mereka suka mengatur, lepas tangan dalam mengurus Si Kecil, dan tidak memperlakukan kita sama dengan anak-anaknya. Bahkan tak jarang ibu mertua menganggap istri anaknya selalu salah.

Pernah mengalaminya G-Readers? Tentu ini adalah contoh yang buruk ‘kan? Seharusnya ibu mertua memberikan kesempatan untuk membantu kamu dalam membesarkan Si Kecil dan hal-hal yang tidak kamu dapatkan dari ibu kandung. Meskipun ada banyak tantangan yang harus kamu hadapi, berikut trik menghadapi tiga tipe ibu mertua versi laman Working Mother.

1. Si Lepas Tangan
Tipe ibu mertua seperti ini tidak mau campur tangan sama sekali dalam mengurus Si Kecil. Ia menganggap kamu bukan anaknya. Jadi, dia tidak mau menawarkan bantuan seperti yang kamu harapkan.

Solusinya: Di situasi ini tentu membutuhkan kebijaksanaan serta tujuan yang jelas. Cobalah katakan padanya, “Ini akan lebih baik jika Mama datang dan membawa anak-anak ke kebun binatang. Mereka pasti senang melihat Mama!”

Bila ia menolak, pikirkan saja bahwa ia adalah nenek yang sibuk. Jangan biarkan dirimu terlalu jengkel dengan penolakan pertama. Kamu perlu memakai cara lain untuk mengatasi masalah ini. Hadapi kasus secara individu, kalau tidak kamu akan menghadapi Perang Dunia III.

Bila ibu mertuamu menawarkan permintaan terbaru, tanyakan padanya: “Apakah Mama punya waktu untuk datang?”

2. Si Tukang Ngatur
Ibu mertua tipe ini terlihat sangat mengontrol kamu saat membesarkan Si Kecil dan mungkin mengabaikan peraturan yang telah kamu buat untuk anak-anak setiap kali mereka berada di bawah asuhannya.

Solusinya: Sebaiknya kamu bersikap diplomatis dengannya. Jelaskan padanya apa yang kamu lakukan dan alasannya, dan jelaskan padanya bahwa kamu berharap dia mengerti, menghargai, dan mendukungnya.

Apapun yang kamu lakukan, meskipun tidak mendapat dukungan dari pasangan, G-Readers tentu akan memintanya untuk memilih dia berada di pihak mana [terapis menamakan hal ini sebagai “Splitting”], pilihan buruk bagi setiap orang. Di mana kedua dari kamu bisa melakukannya bersama-sama dalam menentukan “pertempuran ibu mertua” mana yang akan kamu ambil [bisa jadi ini adalah sesuatu berbahaya untuk anak-anak] dan kamu. Misalnya membiarkan anak-anak mengonsumsi terlalu banyak gula dan menonton acara televisi yang buruk.

3. Si Emosional
Kamu memasuki keluarga besar yang “tidak sehat”? Ya memang tidak banyak yang bisa kamu lakukan, kecuali G-Readers memtuskan untuk melindungi keluarga kecil kamu sendiri.

Solusinya: Kamu bisa memutuskan untuk memegang kendali fungsi keluarga, sementara pasanganmu dan anak-anak hadir tanpa kamu. Pasangan kamu dapat mendukung kamu dengan mengatakan, “Ibu tidak datang hari ini, ia mengirimkan doa yang terbaik.”

Ya, apapun kekurangan yang dimiliki ibu mertua kamu miliki, yakinkan dirimu bahwa ia selalu melakukan hal yang terbaik. Bagaimana kalau kamu berada di posisinya? Tentu G-Readers tahu seberapa sulitnya itu. Yuk mulai syukuri apa yang kamu dapatkan dan hadapi masalah di depan mata dengan lebih bijaksana. «
[teks @fffionayh | foto hubpages.com]

SHARE