Di Balik 98, sisi lain perjuangan reformasi

0
857

Di Balik 98 bercerita tentang tergulingnya era orde baru, tahun 1998, silam. Krisis moneter membuat rakyat Indonesia panik dan dicengkeram ketakutan. Gerakan gabungan mahasiswa seluruh Indonesia menuntut Presiden Soeharto turun dari jabatannya.

Film produksi MNC Picture ini mengambil sudut pandang dari kisah perjuangan dan pengorbanan sebuah keluarga dalam melewati tragedi kerusuhan Mei 1998.

Letda Bagus [Donny Alamsyah] ragu ketika harus dihadapkan pada keadaan yang luar biasa itu. Tanggung jawabnya sebagai prajurit harus berseberangan dengan kewajibannya untuk menjaga sang istri, Salma [Ririn Ekawati], pegawai Istana Negara yang sedang hamil tua.

dibalik 98 - 8-1-15 - djakarta theater xxi
Press Confrence Di Balik 98

Keadaan semakin pelik ketika Diana [Chelsea Islan], yang merupakan aktivis mahasiswa ikut berjuang menuntut perubahan pada pemerintah.

Masalah Bagus sebagai tentara pun semakin rumit. Pasalnya, Diana sang aktivis mahasiswa sekaligus adik iparnya berbeda pendapat dengannya. Diana akhirnya memilih untuk kabur dari rumah.

Khawatir dengan keberadaan sang adik, Salma akhirnya memutuskan mencari Diana. Sayangnya, di tengah pencariannya ia malah terjebak dalam kerusuhan 1998 dan dinyatakan hilang.

dibalik 98
Chelsea Islan dan Boy William dalam scene Di Balik 98

Disatu sisi, Daniel [Boy William] pacar Diana yang merupakan keturunan Tionghoa harus kehilangan ayah dan adiknya dalam kerusuhan. Bahkan, Daniel hampir menjadi korban kekerasan warga pribumi yang membenci warga keturunan.

Namun akhirnya Daniel selamat dan menemukan keluarganya lalu memilih meninggalkan Indonesia saat itu yang tidak aman.

Di Balik 98 mengingatkan kita tentang kejadian kelam dan kisah bangkitnya reformasi di negeri ini sekaligus memainkan emosi penontonnya. Rasa sedih, kemanusiaan, nasionalisme, bercampur dalam film yang disutradarai Lukman Sardi.

“Banyak jendela untuk melihat suatu peristiwa. Kita ‘kan hanya melihatnya kerusuhan, tetapi film ini lebih mengangkat konflik drama dan keluarga,” kata Lukman Sardi menerangkan tentang filmnya.

“Mereka itu yang terlibat kerusuhan, juga punya keluarga, punya kehidupan, punya kisah percintaan. Itulah yang coba divisualisasikan di film ini, namun tetap dengan latar peristiwa 98 itu.”

dibalik 98Sang sutradara juga menegaskan, kalau film ini merupakan drama keluarga dan percintaan yang berlatar belakang peristiwa Mei 1998, bukan merupakan film sejarah ataupun film yang ingin mengungkapkan tragedi di balik kerusuhan pada bulan Mei tahun 1998.

Lukman Sardi memang berhasil mengantar penonton flashback pada tahun 1998, dengan properti yang mendukung. Dari set lokasi yang apik hingga talent yang berkualitas.

Dan perlu digaris bawahi, kalau film ini jelas menggambarkan kerusuhan tahun 1998 dari sudut sisi Diana sang aktivis dan keluarganya, bukan persoalan politik maupun huru-hara pada masa itu.

G-Readers penasaran melihat debut film yang disutradarai Lukman Sardi? Atau penasaran bagaimana akhir kisah Diana dan Daniel? Jangan lupa saksikan di bioskop kesayangan kamu mulai tanggal 15 Januari 2015.

The comments
Chelsea Islan, 19 tahun – Berperan sebagai Diana
“Anak-anak Indonesia harus nonton film ini. Karena film ini mengingatkan kita pada sejarah kelam bangsa ini. Saya ingin sekali anak-anak Indonesia belajar tentang sejarah yang pernah terjadi dan saya sendiri banyak sekali mendapatkan pelajaran dalam proses pembuatan film ini. Saya tidak hanya berakting sebagai Diana saja, namun saya juga belajar memahami sejarah bangkitnya reformasi Indonesia”

Lukman Sardi, 43 Tahun – Sutradara
“Sesuai dengan judulnya, film ini berkisah tentang kerusuhan besar yang terjadi pada Mei tahun 1998, namun film ini menceritakan tahun 98 versi keluarga, cinta, kegelisahan Diana sang aktivis, sarat akan nilai dan tidak melulu sedih.” « [teks @monicaseptia | foto @ryanstone/ dok. MNC]

SHARE