Sebulan lagi Gedung Kesenian Jakarta terlihat lebih cantik

0
213

Dibangun sejak tahun 1814 di masa kolonial Belanda, Gedung Kesenian Jakarta [GKJ] awalnya memiliki nama Schouwburg Weltevreden, dan dikenal sebagai teater tertua di Jakarta.

Hingga kini gedung bersejarah ini masih sering digunakan oleh seniman dari seluruh Nusantara untuk mempertunjukkan hasil kreasi seninya, seperti drama, teater, film, sastra, dan lain sebagainya.

Namun sayang, karena usia, wajah gedung ini seolah lesu dan lelah. Nah, lewat kampanye Kota Humanis wajah itu akan dipercantik.

“Menghargai warisan urban akan menjadi investasi jangka panjang yang sangat penting dan termasuk di dalam enam pilar ide Kota Humanis yang dijalankan AkzoNobel semenjak tahun lalu. Ide Kota Humanis dari AkzoNobel dibuat untuk menjawab tantangan yang terjadi di abad 21 dengan tujuan agar kami dapat membantu menciptakan ikatan emosional yang lebih kuat antara kota dan masyarakatnya, serta mewujudkan salah satu identitas kultural yang penting di kota Jakarta,” jelas Jun De Dios, Presiden Direktur PT ICI Paints Indonesia, dalam acara pengecatan ulang Gedung Kesenian Jakarta, di GKJ, akhir pekan kemarin.

Hal senada disampaikan oleh Purba Hutapea, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang menyampaikan, “Melestarikan warisan urban bukan sekadar menjaga keutuhan dinding dan fondasi bangunan saja.

“Melestarikan bangunan bersejarah merupakan salah satu cara kita menghargai masa lalu yang secara langsung berperan dalam membentuk identitas diri dan kota yang kita tinggali, sekaligus merupakan tonggak penting bagi generasi berikutnya. Kegiatan regenerasi GKJ hari ini akan menjadi tabungan sejarah kita untuk masa depan”.

Semakin manisnya wajah Gedung Kesenian Jakarta, baru dapat disaksikan secara sempurna lebih kurang sebulan lagi, mengingat musim hujan yang dapat menghambat proses pengecatannya. « [teks & foto @bartno]

SHARE