Kenangan indah Gili Trawangan bagi motivator Kafi Kurnia

0
228

Melalui buku-bukunya mengenai dunia penjualan, seperti 7 Jurus Sukses, Biang Penasaran, dan Anti Marketing, membawa nama pembuatnya, Kafi Kurnia, kian dikenal di ranah bidang ekonomi.

Baginya, saat hendak memulai bisnis, diperlukan survei kecil-kecilan. “Saya selalu bertanya sama diri saya, ini potensinya berapa sih? Peluangnya berapa sih? Apakah produk ini bisa di-accept nggak sama budaya sekitarnya? Jadi kalau saya mau melakukan bisnis saya selalu melakukan survei kecil-kecilan,” kata Kafi.

Dari pengalamannya itu, undangan seminar, kegiatan bisnis, dan hal lainnya, membawa pria yang identik dengan rambut jabrik ini berkeliling negeri tercinta, Indonesia.

Dalam suatu suasana yang akrab di sebuah ballroom hotel di Jakarta, Kafi bercerita kepada kami, mengenai tempat yang selalu diingatnya, istimewa dan paling berkesan.

Kafi Kurnia“Mungkin 10 tahun lalu, ketika saya ke Gili Trawangan, Lombok,” ujarnya. [Gili Trawangan adalah pulau terbesar dari tiga pulau kecil di sebelah Barat Lombok. Memiliki panjang 3 km dan lebar 2 km].

“Gili Trawangan 10 tahun lalu sangat isolated, sangat sederhana, seolah seperti Bali di tahun ’70-an. Jadi kalau malam di sana begitu sepi, tidak seperti sekarang. Makanan juga begitu sederhana. Dan jam 11 malam, ada orang nenteng speaker dibawa ke jalan, dan disko. Begitu eksotis, dan belum banyak dijamah turis,” ungkapnya.

Bagi Kafi liburan seperti ini adalah favoritnya, Kafi menyebutnya, “Jalan-jalan yang slow down, memelankan diri kita sendiri ke daerah-daerah yang sangat sunyi, tak ada apa-apa, kita hanya mengagumi alamnya dan kebudayaannya saja,” terangnya.

Asyik ya? Ada yang pengin liburan lagi, G-Readers? « [teks @bartno | foto Indonesia.travel]

SHARE