Michael Buble: Ini akan jadi show terbaik saya di dunia

0
364
Michael Buble_2

Sejak kecil, Michael Buble punya cita-cita ingin menjadi penyanyi. Setiap sebelum tidur, ia selalu berdoa, di samping alkitab yang ada di tempat tidurnya: berharap cita-citanya itu terwujud.

Doa Buble dikabulkan. Sekarang, di usianya yang ke 39, ia digolongkan sebagai penyanyi sukses. Pada 2006 – 2014 [kecuali 2009 dan 2012], namanya selalu masuk nominasi Grammy Awards untuk kategori Best Traditional Pop Vocal Album.

Namun dari periode tersebut, pelantun tembang “To Be Loved” itu menang di tahun 2008, 2010, 2011, dan 2014].

Sejak berkarier musik profesional dari tahun 1996, ia telah menghasilkan enam album musik. Dan tahun ini, penggemar Buble di Indonesia berkesempatan mendengarkan suara emasnya secara langsung di Indonesia Convention Exhibition [ICE] BSD City, Tangerang Selatan, Kamis 29 Januari 2015.

Broadcaster Aimee Saras dari program The Lady Who Swing 87.6 Hard Rock FM mendapat kesempatan mewawancarai Buble melalui sambungan telepon. Berikut G-Readers hasil wawancaranya:

kamu senang bisa berkunjung ke Indonesia, khususnya Jakarta?
Ya, jujur, senang sekali.

dari sekian banyak genre musik yang kamu kuasai di industri ini, apa yang membuatmu memutuskan genre jazz, swing, big band? Karena di tengah serbuan budaya pop sekarang ini, kebanyakan musisi lebih memilih untuk membuat musik EDM atau hip hop. Sementara kamu memilih genre yang sangat eksklusif seperti ini. Bisa share ceritanya?
Saya pikir, tiap orang punya alasan sendiri kenapa mereka melsayakan sesuatu yang mereka suka. saya rasa sebagian orang memilih untuk mendengarkan musik apa, tergantung dari apa yang sedang disukai oleh follower mereka, atau mereka merasa musik tersebut lagi keren-kerennya sehingga mereka bisa dianggap keren.

Dengan sendirinya mereka jadi tambah populer. Sebagian yang lain mendengarkan musik karena mereka merasa tergerak dengan musik tersebut. Jadi saya lagi di mobil, mendengarkan musik.

Saya sendiri tidak melihat di mana kejutannya kalau saya sangat mencintai musik jazz. saya justru terkejut kenapa banyak orang yang tidak menyukai musik jazz.

Menurutku jazz itu musik yang indah, dari musiknya, musisinya, cara bermainnya, sampai selera musik para musisinya benar-benar tanpa cela. Coba deh kamu dengarkan melodinya, liriknya, semuanya nggak lekang dimakan jaman. Lagu-lagu mereka bisa bertahan hingga ratusan tahun. Yang paling luar biasa, kamu benar-benar bisa nge-groove.

bisa ceritakan lagu swing atau jazz apa yang pertama kali kamu dengar? Kita juga mengetahui dari media kalau kakekmu membawa pengaruh besar buatmu, tapi apa sih satu lagu yang benar-benar mewakili kariermu?
Lagu pertama yang membuatku jatuh cinta adalah “It Had To Be You”. saya rasa lagu tersebut benar-benar indah, romantis. Bahkan ketika saya masih kecil, saya sangat menyukai melodinya dan merasa ini lagu yang sangat bagus.

Lalu kemudian saya mendengar Harry Connick Jr. menyanyikannya buat soundtrack When Harry Met Sally, dan saya sangat tergugah.

Michael Buble

kapan kita bisa dengar kamu menyanyikan lagu ini?
Sudah bisa, sebenarnya. Kalau kamu beli albumnya Barbra Streissand [Partners—red], kami duet menyanyikan lagu tersebut. Atau bisa juga kamu cari di YouTube.

kamu pernah berkolaborasi dengan artis dari genre dan profesi lain, entah itu live performance ataupun rekaman, seperti Reese Witherspoon, Idina Menzel. Apa yang kamu lihat dari mereka? Maksudnya, apakah kamu kenal mereka secara personal, atau kamu memilih mereka karena alasan tersebut? Lalu, bagaimana reaksi mereka ketika kamu mengajak kolaborasi?
Tahun ini, saya sudah kolaborasi dengan Barbra Streissand, Ariana Grande. Tahun lalu dengan Mariah Carey, Mary J. Blige, dan masih banyak lagi.

Ketika saya membuat sebuah rekaman, saya memilih kolaborator berdasarkan lagunya. saya pikir, apakah artis tersebut cocok dengan lagunya dalam hal suara maupun kepribadiannya? Waktu saya merekam “Something Stupid, yang terpikirkan pertama kali olehku adalah Reese Witherspoon, dan saya tidak kenal dengannya. saya menyukai karakter vokalnya di film Walk The Line, sebuah biopic dari Johnny Cash. Dia benar-benar membuatku terkesan.

Menjawab pertanyaan selanjutnya, gimana reaksi mereka waktu saya menghubungi mereka? Sejujurnya, saya tidak pernah menghubungi mereka, karena menurutku itu tidak sopan.

Saya pikir, saya nggak bisa menempatkan mereka di posisi di mana mereka susah untuk menolak ajakanku, jadi di sinilah peran manajer. Ketika saya ingin mengajak artis lain berkolaborasi, contohnya Reese, manajerku menghubungi agennya yang kebetulan juga suaminya.

Lalu Ariana Grande juga lewat manajernya. Barbra Streissand juga sama. Buat para manajer yang bisa membuat artisnya berkolaborasi denganku, saya sangat menghargainya. saya selalu berkata, apapun keputusan mereka, saya nggak akan menganggap itu sebagai masalah, karena mungkin waktunya saja yang kurang tepat.

Alasanku mengajak mereka kolaborasi adalah karena saya punya rasa hormat yang sangat besar pada mereka, dan saya yakin kolaborasi ini akan hebat. Ada kalanya mereka meng-iya-kan, tapi ada juga di mana waktunya tidak tepat.

Saya ingat pernah mencoba mengajak kolaborasi Adele, sebelum dia ngetop seperti sekarang ini, untuk membuat album bertemakan Natal. Menurut manajernya, Adele sedang sibuk dan saya mengerti.

Kami tetap berhubungan baik sampai sekarang. Kadang saya juga merasakan masa-masa di mana saya susah diajak untuk berkolaborasi, jadi ya asyik aja.

intinya tetap bersikap profesional ya?
Benar sekali. Sebenarnya kamu menempatkan seseorang di posisi yang tidak enak lho. Jadi pernah ada artis yang mengajakku kolaborasi, saya tidak usah menyebut namanya ya, dan posisiku sulit untuk menolaknya.

Salah satu alasan kita memiliki manajer juga adalah, dia bisa dijadikan tameng, jadi kita tak perlu mengambil keputusan sulit seperti ini.

selain To Be Loved, kamu punya banyak sekali album lain. Kalau boleh tahu, album mana yang paling personal buatmu?
Ini juga pertanyaan bagus. Setiap album punya arti sendiri ketika saya membuatnya. Album Crazy Love itu berkisah tentang patah hati, karena kehidupan personalku saat itu memang sedang galau-galaunya.
Sementara album To Be Loved dibuat ketika saya sedang jatuh cinta, jadi seorang ayah, dan bisa mengunjungi tempat-tempat terbaik yang pernah saya kunjungi.

Saya merasa sangat bebas ketika membuat album ini, rasanya sayapku mengembang lebar dan membawa saya terbang! Setiap album mewakili perasaanku ketika membuatnya, dan album ini berisi begitu banyak perasaan suka cita. Kamu nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu, dan setiap album yang saya hasilkan adalah album favoritku.

penampilan seperti apa yang akan kamu persembahkan buat fans-fansmu di Jakarta? Apakah sesuatu yang di luar dugaan atau gimana? Kasih bocoran sedikit dong.
Buat yang belum pernah menyaksikan penampilanku, saya akan memberi pengalaman baru untuk mereka. Mereka akan ketawa, nge-dance, pokoknya heboh deh!

Saya bahkan berani berkata kalau ini adalah show terbaik di dunia. Saya bekerja sangat keras untuk mewujudkannya dan sangat bangga pada hasilnya, saya sangat mencintai pekerjaan ini.

Saya suka terhubung dengan fans-fans-ku, dan beruntung sekali saya bisa berada di momen yang sama dengan fans-fans-ku. Dan ketika saya meninggalkan mereka, saya yakin sudah meninggalkan sesuatu yang spesial buat mereka. saya sangat percaya diri dengan show ini dan saya yakin penonton juga bakal heboh.

okay, terima kasih buat waktunya, Michael Buble!
Terima kasih juga. « [teks @essthia dan @kodok_biroe | foto Facebook/MichaelBuble]

SHARE