Foxcatcher: Ketika pegulat olimpiade diasuh pria kaya

0
458

Channing TatumMencapai masa kejayaan, ternyata bukan menjadi harga mati kalau seseorang akan bahagia atau menemukan hidup yang nyaman lho, G-Readers.

Bisa sebaliknya. Setelah mencapai kejayaan tersebut, kita masih butuh perjuangan besar untuk bisa hidup layak atau setidaknya nyaman. Pelajaran hidup ini sudah ditorehkan dalam kisah nyata seorang pegulat kelas Olimpiade, Mark Schultz yang difilmkan lewat film berjudul Foxcatcher.

Ironis memang, jika pegulat peraih medali emas di Olimpiade tahun 1984 harus mengalami hidup susah, bahkan untuk makan sehari-hari saja, harus selalu putar otak dapat dari mana. Inilah yang dialami Mark Schultz yang diperankan Channing Tatum, dalam hidupnya pasca menjadi juara Olimpiade.

Namun, kehidupan Mark ini sangat jauh berbeda dengan sang kakak, Dave Schultz [Mark Ruffalo], lebih mapan, terkenal dan hidup bahagia bersama istri dan kedua anaknya.

Meski lebih mapan dan sering mendapat tawaran kerjasama yang menguntungkan dalam bidang gulat, Dave tidak pernah melupakan sang adik. Ia kerap membagi pekerjaan ke Mark, agar adiknya itu bisa terus hidup dan semangat di bidang gulat.

Di balik finansial yang berbeda, namun kasih sayang, kedekatan dan keakraban antara Dave dan Mark tidak pernah hilang. Sampai akhirnya, keutuhan keluarga mereka terganggu dengan adanya tawaran menggiurkan dari seorang pria kaya raya bernama John du Pont [Steve Carell].

Pria kaya nan keturunan bangsawan ini tiba-tiba menawarkan masuk ke dalam kehidupan Mark, dengan menawarkan hidup lebih dari nyaman. Yaitu, dengan mengajak Mark untuk bergabung dalam klub gulat miliknya, Foxcatcher dengan target memenangkan medali emas Olimpiade 1988.

foxcatcher

Awalnya John inginkan keduanya [Dave dan Mark] bergabung. Namun Dave lantang menolak ajakan, dengan alasan tidak ingin meninggalkan istri dan anaknya. Tinggallah Mark yang menerima tawaran John.

Kehidupan Mark seketika berubah. Memiliki tempat tinggal bagus, makan enak, pakaian layak, dan yang terpenting ia dibayar sebagai pegulat dengan harga tinggi.

Diawal bergabungnya Mark dengan John mencapai keberhasilan. Ia mampu memenangkan beberapa pertandingan. Sampai Mark merasa John adalah orang yang berjasa atas karier gulatnya, ia pun melupakan sang kakak dan menjauhinya.

Hubungan John dan Mark menjadi sangat akrab. Tidak sekadar antara bos dan anak buah kesayangan, hubungan keduanya seperti ayah-anak, bahkan menjadi seperti teman akrab.

Sayangnya, hubungan pertemanan yang ditawarkan John kepada Mark, salah. Pria yang hanya tinggal bersama ibunya itu, malah membawa Mark dalam jerat narkoba. Hampir setiap hari, Mark mengkonsumsi kokain secara gratis dan porsi yang berlebihan.

Foxcatcher
Steve Carell memerankan tokoh John du Pont

G-Readers sendiri pasti tahu, apa akibat bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba? Ya, Mark menjadi sosok yang tidak fokus, mengalami gangguan pikiran, dan otomatis olahraga yang digelutinya, gulat pun menjadi berantakan.

Dave yang merasa semakin jauh dengan sang adik, berusaha masuk ‘kandang’ John. Ia pun mendapati Mark dalam hidup yang berantakan. Demi menyelamatkan hidup serta karier adiknya, Dave akhirnya menerima tawaran John untuk bergabung dan mengajar atlet-atlet Foxcatcher.

Ternyata, niat baik untuk menyelamatkan sang adik malah menjadi ‘boomerang’ bagi Dave. Bahaya, dan hidup mencekam siap menanti sang pegulat sejati tersebut. Apa yang terjadi? Apakah Dave akan selamat? Saksikan Foxcatcher di bioskop. « [teks @DonT_D4 | foto dok.Jive]

SHARE