Barris Band: Dari hobi, mereka serius nge-band

0
730

Berbekal dari hobi dan persahabatan di masa sekolah, Dimas Anggara [vocal], Satrio [gitar], Andra [bass], dan Tossy [drum] membentuk band bernama Barris pada tahun 2009.

Dengan kesamaan satu visi dan misi, ternyata band Barris bisa terus bertahan, sampai akhirnya mencoba peruntungan di sengitnya persaingan industri musik tanah air, lewat single “Mendua” yang ‘dilempar’ ke pasar pada Oktober 2014.

“Sebelum terbentuk, kita memang punya band masing-masing. Tapi, satu-satu cabut dari band masing-masing. Awalnya, saya dan Satrio, yang kebetulan satu angkatan sekolah berpikir mau bikin band baru. Lalu ngajak Andra, sepupunya Satrio, dan Dimas,” kata Tossy bercerita. “Eh, ternyata kita satu visi-misi, kenapa nggak diseriusin saja. Pas tanggal 4 Juli 2009, kita bentuk band Barris.”

“Intinya kita berawal dari hobi, terus diseriusin jadi profesi, dengan harapan kita raih prestasi,” ujar Satrio menambahkan, yang didapuk sebagai leader band Barris.

Sedangkan untuk pemilihan nama band, Barris, sang leader menjelaskan kalau mereka memiliki filosofi, yang diyakini berarti semua kejadian dan goals yang ingin dicapai, merupakan rangkaian dari baris-berbaris.

Hadir dengan single andalan, “Mendua” yang mengusung pop rock, band Barris pun memaparkan behind the story lagu yang diciptakan keempat personel.

“Lagu bercerita tentang seseorang yang dikhianati terus menerus, sampai akhirnya dia sudah capek,” singkat Andara, sang bassis.

Barris hanya punya satu single? Tidak. Jauh sebelum merilis secara resmi lagu “Mendua”, Barris sudah pernah menelurkan single “Sebatas Pandangan”, dan “Mengejar Mimpi”.

dimas anggara
Dimas Anggara

Barris bantah dompleng nama besar Dimas Anggara
Dibanding personel lainnya, sang vokalis, Dimas Anggara memang sudah tidak asing di dunia hiburan. Wajah tampannya kerap menghiasi layar kaca dan layar lebar.

G-Readers pasti ingat dengan sinetron Love In Paris [2013], Ku Pinang Kau Dengan Bismillah [2011], dan film Radio Galau FM [2012]? Ya, jajaran judul sinetron dan film tersebut diperankan Dimas Anggara.

Tentu, lebih dikenal masyarakat dibandingkan personel Barris lainnya, menimbulkan anggapan kalau Barris hanya mendompleng nama besar Dimas, agar lebih cepat diterima di dunia entertainment, khususnya industri musik tanah air.

Dianggap mendompleng popularitasnya, Dimas pun segera membantah kalau bandnya berjalan karena nama besarnya. “Tahun 2009 saya belum main sinetron, baru FTV dan film. Bukan nunggu saya terkenal dulu. Kita kebentuk dari teman sekolah, jadi kita bikin bukan karena kita mau sesuatu, tapi karena kita ingin menjadi sesuatu. So, kita memang udah klop dari awal,” jelas Dimas dengan tegas.

Senada dengan Dimas, Satrio pun menambahkan mengapa Barris baru go public pada akhir tahun 2014, bukan sejak tahun 2009, di mana bandnya terbentuk.

“Kita sih memang nunggu momen, karena semua proses band nggak instan. Kita nyatuin visi-misi, nyamain warna musik, itu semua butuh waktu. Jadi, kita memang ngerasa klik-nya di tahun 2014 untuk ngeluarin single, dan kesempatannya baru kita dapat di tahun itu,” ucap Satrio.

Lalu apakah dengan menjadi vokalis band, kegiatan Dimas di dunia akting akan terganggu? Dan, bagaimana cara pria kelahiran Jakarta, 10 September 1988 ini mengatur waktu antara band Barris dan kesibukan syuting?

“Sebenarnya kita dari dulu memang sudah ada rutinitas latihan. Kalau dulu setiap Sabtu, tapi demi menulis lagu, waktu latihan ditambah. Sekarang, hari Selasa, Kamis, Sabtu,” ujar Dimas.

“Kesulitan menggabungkan waktu antara sinetron dan band sih pasti ada, tapi sejauh ini kita usahakan untuk cari solusinya. Bentrok ada aja, tapi Sekarang kan dibantu dengan teknologi. Misalnya, sharing materi lagu lewat dropbox, dll. Yang penting tetap ada jadwal ketemuan,” Dimas menambahkan.

G-Readers kita tunggu saja, aksi dan prestasi Barris Band di industri musik tanah air. Pasalnya, Dimas dkk menjanjikan akan merilis album juga dalam waktu dekat. So? Dukung terus musisi dan musik Indonesia, ya! « [teks @DonT_D4 | foto @ryanstone]

SHARE