Froggy Edutography nobatkan 16 anak pemenang ‘King & Queen Edutography’

0
431
Froggy Edutography
Froggy Edutography

Setelah digulirkan pertengahan Agustus lalu dan melalui beberapa tahapan audisi yang ketat, kontes membangun cita-cita berdasarkan kecerdasan majemuk bertajuk ‘King & Queen Edutography’ akhirnya sampai pada puncaknya babak Grand Final dimana pihak Froggy Edutography selaku penyelenggara akan menobatkan 16 anak pemenang kontes ‘King & Queen Edutography’ yang terbukti mampu mempresentasikan 8 kecerdasan majemuk terbaik dan berhak atas total hadiah Rp. 80 juta bertempat di Floating Castle, Froggy Edutography, BSD City, Tangerang.

Di babak Grand Final, ke-48 Finalis akan memperebutkan King & Queen Edutography 2014 dari 8 kecerdasan majemuk yang dikonteskan. Kontes ini diawali dengan sosialisasi di ± 300 sekolah yang berada di wilayah di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi, untuk memberikan kesempatan kepada sekitar 3.400 pelajar mengikuti Audisi Pertama di Floating Castle, BSD Tangerang. Dalam audisi pertama ini akan terjaring sekitar 400 anak. akan menjalani seleksi lanjutan yang nantinya akan menjaring 48 putra dan putri Indonesia terpilih yang mampu mengeksplorasi kemampuannya mewakili 8 jenis kecerdasan, meliputi : Kecerdasan Linguistik (Bahasa), Kecerdasan Logika (Berhitung), Kecerdasan Visual Spatial (Gambar dan Tata Ruang), Kecerdasan Kinestetik (Gerak), Kecerdasan Musik, Kecerdasan Interpersonal (Sosial), Kecerdasan Intrapersonal (Diri) dan Kecerdasan Naturalis (Alam).

Untuk proses seleksi Grand Final pun berlangsung cukup seru dan ketat dengan menampilkan dewan juri yang berkompeten di bidangnya untuk mencari putera dan puteri calon pemimpin masa depan dengan kecerdasan majemuk terbaik. Adapun dewan juri kompeten yang turut mengambil bagian dari terpilihnya sosok putera dan puteri masa depan bangsa unggulan ini adalah: Ibu Ovi Wu dari Ovi Modelling School, Ibu Elizabeth (Psikolog), Ibu Sherly (Penari), Ibu Dewi Argawa dari Volare, Ibu Suse Herleni dari Interlingua, dr Kukie dari RS Eka Hospital, Tasya Syarief (presenter), Bapak Handy Altan dan Bapak Nyoman dari WWF.

Untuk kontes ‘King & Queen Edutography’ ini, selain memberikan dengan total hadiah senilai 80 juta, piala dan sertifikat. Nantinya ke-16 pemenang ‘King & Queen Edutography 2014’ ini juga akan menjadi role model anak dengan kecerdasan majemuk terbaik yang mampu mendeteksi kecerdasan majemuk yang dimiliki serta bersungguh-sungguh untuk mewujudkan cita-citanya berdasarkan jenis kecerdasan majemuk yang dimilikinya tersebut.

Dinobatkannya ke-16 pemenang ‘King & Queen Edutography 2014’ ini disambut gembira oleh Fernando Iskandar, Founder dan CEO Froggy Edutography. Seperti disampaikannya, “Kami sangat antusias dan gembira menobatkan ke-16 pemenang ‘King & Queen Edutography’ ini yang mewakili 8 kategori kecerdasan majemuk. Selamat untuk seluruh pemenang, kami berharap prestasi ini akan semakin memacu semangat mereka untuk terus menggali dan mengeksplorasi potensi diri mereka agar menjadi calon pemimpin dan pahlawan bangsa yang mumpuni”.

Dilanjutkannya, “Sebagai pusat pengembangan cita-cita dan motivasi anak, kami memiliki komitmen untuk turut meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak-anak Indonesia dalam meraih cita-citanya agar nantinya tercipta calon pemimpin bangsa yang mampu memajukan negeri Indonesia tercinta ini. Melalui kontes ‘King & Queen Edutography 2014’ ini kami melihat bahwa begitu banyak anak yang memiliki potensi diri yang membutuhkan wadah motivasi agar mereka tetap semangat untuk belajar dan bekerja keras dalam mewujudkan cita-citanya. Untuk itulah kami selalu berikan wadah kegiatan positif dan menarik yang mampu merangsang antusias anak-anak untuk berpartisipasi”.

Selain merupakan bagian dari komitmen Froggy Edutography bagi dunia pendidikan anak di Indonesia, penyelenggaraan kontes ‘King & Queen Edutography 2014’ ini pun dilatarbelakangi dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Harvard University mengenai pengalaman negara-negara yang merdeka lebih dari 100 tahun, didapati bahwa 70 tahun pertama suatu negara membutuhkan pahlawan patriotik yang merebut dan memperjuangkan kemerdekaan, sedangkan 70 tahun kedua dibutuhkan pahlawan non-patriotik yaitu pahlawan di bidang olahraga, kesenian, musik, bahasa, matematik, politik, bisnis dan beberapa di bidang lainnya. Dan mengingat negara Indonesia akan merayakan kemerdekaan 70 tahun maka kita harus dapat mempersiapkan pahlawan masa depan Indonesia.

Adapun tajuk kontes yang mengusung‘King & Queen 2014’ ini didasari pada tersedianya sarana yang dimiliki oleh Froggy Edutography yang memiliki Istana Melayang atau sering disebut Floating Castle, dimana di sarana ini anak-anak Indonesia menjalani program Edutography Goal Setting yang terinspirasi dari kisah dongeng dimana seorang anak menemukan istana melayang diatas awan, setelah memanjat rambatan pohon kacang. Istana inilah yang mempresentasikan sebuah impian dan anak-anak tersebut adalah para raja dan ratu yang memimpin istana tersebut. « [Inforial]

SHARE