Teater Legiun membawakan kisah bijak dari Negeri China

0
292
Chang Bersaudara

Sebuah karya teater yang dipersembahkan Teater Legiun dengan sutradara Ibas Aragi, pada pertunjukkannya yang ketujuh ini, membawa lakon ‘Chang Bersaudara’ sebuah kisah klasik dari kekayaan sastra Dinasti Ming.

Disadur dari penulis vernakular dan penyair China, Feng Menglong [1574-1645], yang saat itu menjabat sebagai bupati di daerah miskin dan terpencil di sebelah tenggara provinsi Fujian.

Dalam penilaiannya, pemerintahan Feng Menglong jujur dan lembut. Ia berharap untuk membangun reputasinya dengan bertindak sebagai pejabat jujur dan lurus. Sayangnya, ia hidup ketika korupsi, penyuapan, dan pemerasan adalah perilaku umum pada urusan birokrasi.

Ringkas cerita ‘Chang Bersaudara’
Keindahan tidak menjanjikan kebenaran. Itulah yang terjadi di kota sunga SUZHOU yang terkenal keindahannya, yang terbelah oleh sungai YANG TZE. Di kota itu tinggal keluarga tukang kayu miskin CHANG. Sang ayah bernama Chang JISONG, yang memiliki dua anak lelaki, Chang SANBAO dan Chang NUSHU. Mereka adalah perajin kayu yang cekatan dan mahir. Tuang WANG, sang juragan batu giok yang kaya raya, terpesona dengan hasil karya kayu yang dipajang di bengkel kerja Chang.

Tuang Wang memboyong ketiganya ke rumahnya untuk bekerja. Tuang Wang terpesona dengan kedua anak lelaki Chang, mungkin karena Tuan Wang hanya memiliki dua anak perempuan, yang berarti tanpa penerus marga dan harta.

Anak tertua Wang [Kakak Rui] sudah menikah, tinggal yang bungsu yang masih lajang. Tuan dan nyonya Wang berniat mengangkat anak tertua Chang [Sanbao], sekaligus ingin menikahkannya dengan sang putri bungsu, Adik Yu.

Jadilah Sanbao anak ketiga keluarga Wang. Tapi tidak selamanya niat mulia akan melahirkan dukungan yang tulus, malah bisa menjadi malapetaka, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Di sinilah dimulai intrik-intrik untuk mencegah niat tulus Tuan dan Nyonya Wang itu.

Dilatarbelakangi dengan rusaknya sistem peradilan di Suzhou saat itu, kisah ini menjadi pertaruhan hidup mati bagi orang-orang kelas bawah yang terjerat dalam puting beliung pengaruh dari jabatan, kekuasaan dan kekayaan. Sang korban yang tidak berdaya harus menjadi sang pejuang yang gagah berani”.

Selama lebih kurang 4 jam, dimulai dari 19.30 di Gedung Kesenian Jakarta, Jumat pekan lalu, lewat permainan kata, musik, dan gerak, Teater Legiun berhasil membuat banyak penonton di sini tertawa dan enggan beranjak hingga cerita usai.

Teater Legiun

Lewat pertunjukkan ini, Pimpinan Produksi Chang Bersaudara, David ‘Efkay’ F.K, berharap:

  • Penonton yang menonton pementasan ini dapat memperoleh nilai yang baik dalam kehidupan dan semoga juga dapat terinspirasi untuk mempraktekkan nilai yang baik.
  • Dampak langsung yang dapat dirasakan adalah bantuan dana bagi teman-teman di HOME. HOME adalah sebuah organisasi nirlaba yang memiliki misi untuk melayani anak-anak putus sekolah dan jalanan agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar seperti baca tulis, menghitung, dan lain-lain.
  • Melatih terus kreativitas dan kedisiplinan dalam tim Teater Legiun, untuk terus belajar bekerja sama dan saling menghormati di dalam grup, sebagai bagian dari pelayanan kepada sesama.

Teater Legiun sendiri pernah menjadi juara dalam Festival Teater Jakarta di tahun 2006, 2008, dan 2010. Ingin menonton aksi mereka selanjutnya, silakan ikuti update terbaru mereka di Facebook & YouTube [Teater Legiun], Twitter & Instagram [teater_legiun], dan tanya langsung di [email protected] [teks & foto @bartno]

SHARE