Hasil otodidak Gilang, berhasil melayangkannya ke Jepang

0
602
Gilang Yuda Pratama

Gilang Yuda PratamaImajinasi menjadi salah satu hal yang begitu melekat kepada anak. Anak bahkan punya imajinasi yang lebar dan lebih jauh dari apa yang terjadi di lingkungan mereka berinteraksi.

Sandra Russ, PhD, of Case Western Reserve University mengatakan bahwa walaupun seorang anak punya waktu yang kurang untuk bermain, imajinasi mereka menjadi semakin berkembang, dan hal tersebut menjadi hal yang mengejutkan. Di laboratori Russ mengadakan studi yang menunjukkan usia anak 6-10 tahun memiliki emosi dan ekspresi yang tak beraturan, juga plot cerita mereka yang kompleks.

Imajinasi anak akan terus mengais hal yang luar biasa dari tahun ke tahunnya. Sama seperti Gilang Yuda Pratama [13] yang berhasil meraih penghargaan “Kao Prize”. Gilang mengolah bakatnya di bidang lukis. Darimana Gilang belajar melukis? Otodidak adalah cara yang ditempuhnya mendalami dunia lukisan. Buku-buku yang ia pinjam dari perpustakaan menjadi gurunya yang lain untuk mengembangkan kepiawaiannya dalam melukis.

“Saya sangat senang sekali pada saat saya mengetahui bahwa saya yang menjadi juara lukis,” ujar Gilang pada KAO. Ternyata dalam proses pemikiran konsep ia sempat mengganti tema lukisannya delapan kali.

Lukisan Gilang Yuda Pratama
Lukisan Gilang Yuda Pratama

Gilang yang saat ini bersekolah di SMPN 2 Kota Baru Pulau Laut Utara, Kalimantan Selatan, hidup di keluarga yang sederhana. Ayahnya berprofesi sebagai tukang jahit dan ibu Gilang pernah menjajaki hidup sebagai penyanyi daerah. GIlang memiliki prestasi akademis yang baik di sekolahnya sebagai juara umum dan menempati peringkat ke-5 se-Kalimantan Selatan.

Proses penjurian dilakukan pada Oktober tahun 2014 dan pengumuman pemenang pada November 2014. Usaha otodidaknya itu menghantarkan Gilang, ditemani sang ayah pergi Jepang untuk menerima penghargaan dari KAO karena karyanya menjadi pemenang ke-2 di ajang “Kao Prize”. Kao Group kala itu mengadakan Lomba Melukis Lingkungan Ke-5 Tingkat Internasional.

Tentunya Gilang berbangga mendapatkan penghargaan setaraf tingkat internasional dan berhasil melewati 8.753 karya dari seluruh dunia. Sebanyak 3.193 karya yang masuk ke ajang perlombaan itu dari Indonesia sendiri. « [teks @03BMAI | foto PT KAO Indonesia untuk Ghiboo] [Inforial]

SHARE