Kaum jurnalis sukses pentaskan “Petruk Nagih Janji”

0
153

WAYANG JURNALIS Setelah sukses menampilkan pertunjukkan Wayang Jurnalis pertama, berjudul “Wahyu Cakraningrat” tahun 2014 silam, kini Galeri Indonesia Kaya [GIK] bersama kaum jurnalis kembali mempersembahkan pertunjukkan Wayang Jurnalis dengan tajuk, “Petruk Nagih Janji”, Minggu, 15 Febuari kemarin.

Kurang lebih ada sekitar 29 jurnalis berbagai tingkat jabatan, dari reporter sampai pemimpin redaksi media cetak, media online hingga televisi ikut ambil andil dalam pertunjukkan, yang digelar di auditorium GIK, Grand Indonesia, Jakarta ini.

Selain para jurnalis, hadir juga dua selebriti yang turut meramaikan dan mengambil peran di wayang “Petruk Nagih Janji”, yaitu Dwi Sasono yang berperan sebagai Petruk dan Iwet Ramadhan sebagai dalang.

“Djarum Apresiasi Budaya memiliki misi untuk secara konsisten menularkan ‘Cinta Budaya, Cinta Indonesia’ kepada masyarakat luas. Dengan suksesnya wayang jurnalis produksi pertama dan hadirnya produksi kedua, saya melihat jurnalis memiliki cinta untuk melestarikan budaya bahkan memiliki potensi sebagai pelaku budaya,

“Saya bangga dengan semakin meningkatnya jumlah jurnalis yang tertarik dan terlibat di wayang jurnalis ini, dimana hampir 95 persen para pemainnya adalah jurnalis,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, yang turut berperan sebagai Dewi Kunthi dalam Wayang Jurnalis “Petruk Nagih Janji”.

Bagi aktor Dwi Sasono, berperan dalam pertunjukkan wayang bersama kaum pemburu berita, adalah pengalaman pertama baginya. Suami dari Widi B3 ini, mengaku sangat senang bisa menjadi bagian pertunjukkan.

WAYANG JURNALIS

“Ini pertama kalinya saya bermain wayang orang dengan para jurnalis. Sempat terlintas beberapa waktu ini untuk membuat sebuah film pendek, yang bercerita tentang tokoh wayang. Ternyata takdir datang kepada saya, ketika saya diajak oleh GIK untuk memerankan Petruk di Wayang Jurnalis yang kedua ini. Tentunya pengalaman ini akan sangat menyenangkan dan menghibur,“ ujar Dwi Sasono.

“Petruk Nagih Janji” menceritakan kisah Petruk, sang punakawan dalam dunia wayang. Nasionalisme Petruk terketuk untuk melakukan operasi bela negara yang diberi sandi “kuthuk cemani”, ketika terjadi pemberontakan Prabu Pragola Manik.

Ketika itu, Petruk dengan gagah berani maju ke medan laga dan berhasil memadamkan pemberontakan, serta berhak atas seorang puteri Prabu Kresna, yang bernama Prantawati sebagai hadiah. Namun karena puteri tersebut masih belum dewasa, Petruk diminta untuk bersabar menunggu.

G-Readers, kaum jurnalis saja bisa meluangkan waktu untuk mempersembahkan petunjukkan wayang sebagai rasa cinta budaya Indonesia, disela-sela kesibukan mereka bertempur dengan deadline pekerjaan. Pasti kamu juga bisa. Yuk, saksikan pertunjukkan-pertunjukkan seni di GIK selanjutnya. [teks @DonT_D4| foto dok. GIK/Image Dynamics]