Svarabuana-Nanfeng Nusantara tampilkan Dunia Dawai nan Eksotis

0
314

Dunia Dawai Nan Eksotis 3G-Readers tahu tentang Nanfeng Nusantara? Mungkin, masih asing ditelinga kamu, karena grup musik ini memang tidak memainkan musik mainstream yang banyak dikonsumsi pendengar musik. Tapi, grup ini memiliki kelas sendiri di industri seni budaya.

Nanfeng Nusantara merupakan grup musik tradisional Mandarin, yang berdiri sejak tahun 2007. Nanfeng Nusantara telah menjadi icon penyedia jasa hiburan musik yang bersifat oriental. Dan, setiap tahunnya, Nanfeng Nusantara mengembangkan konsep baru dalam pementasannya seperti Svarabuana, Nanfeng Chinese Orchestra, Gambang Peranakan dan East Meets West.

Nah, masih dalam kemeriahan perayaan tahun baru Imlek, kelompok musik Svarabuana yang masih bagian dari Nanfeng Nusantara, menghadirkan pertunjukan bertajuk Exotic World Of Strings atau Dunia Dawai nan Eksotis, Sabtu, 21 Febuari 2015, di Auditorium Galeri Indonesia Kaya [GIK].

Dahulu, dawai atau yang biasa kita tahu dengan sebutan dengan senar, dibuat sedemikian rupa dan menghasilkan alat musik berdawai yang berbeda-beda. Ada alat musik Harpa dari peradaban Barat, Guzheng dari peradaban Timur, Sasando dari Nusantara, dan juga Erhu dari Tiongkok.

“Nanfeng Nusantara adalah grup budaya yang secara konsisten mengembangkan budaya musik peranakan Tionghoa, namun terus menciptakan variasi-variasi dan perubahan unik seiring dengan kemajuan jaman. Mereka memiliki komitmen yang kuat untuk terus melestarikan kesenian Tionghoa dengan selalu memberikan sentuhan unsur khas Indonesia,”Dunia Dawai Nan Eksotis 2

“Dengan inovasi dan modernisasi dalam berkesenian yang selalu mereka lakukan, berkembangnya Nanfeng Nusantara harus terus kita dukung dan apresiasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dipertunjukan Dunia Dawai nan Eksotis ini, Svarabuana yang beranggotakan empat wanita, Isabela Nyssa Amelia [memainkan Sasando], Lai Lynna [Guzheng], Maria Pratiwi [Harpa], dan Chesara Dylan [Erhu] membawakan lagu-lagu dari berbagai belahan dunia, termasuk lagu-lagu daerah dari Sabang sampai Marauke yang dibawakan secara medley.

Pertunjukkan dawai yang menuai decak kagum ini pun ditutup secara apik oleh lagu Indonesia Pusaka sebagai pengikat kesatuan seluruh kepulauan Nusantara.

Tak hanya ahli memainkan alat musik berdawai, ke-empat perempuan Indonesia berbakat ini juga memadukannya dengan nyanyian yang sangat indah, sehingga membawa pengunjung hanyut dalam lantunan lagu-lagu sepanjang pertunjukan, yang berdurasi 45 menit.

“Kami sangat senang dapat tampil di Galeri Indonesia Kaya dalam memperingati hari Imlek. Pertunjukan yang menampilkan penyatuan dua budaya dengan sentuhan modern ini merupakan sebuah bentuk usaha bagi kami untuk terus memperkenalkan dan mengakrabkan masyarakat dengan budaya peranakan Tionghoa Indonesia,” papar Priyanto Chang dari Nanfeng Nusantara.Dunia Dawai Nan Eksotis 1

Berlatarbelakang dalam kemeriahan Imlek, maka pertunjungan Dunia Dawai nan Eksotis ini juga menyuguhkan penampilan seni barongsai diakhir acara. Semarak atraksi barongsai ini, bertujuann menjunjung tinggi nilai kebersamaan, yang menunjukan bahwa bangsa Indonesia benar-benar meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dimana tak ada lagi diskriminasi terhadap masyarakat Tionghoa. [teks Dont_D4 |foto dok. GIK/ImageDynamics]