Baca tanda-tanda berikut, apakah si dia narsis?

0
95
Narsis man-taking-selfie


Perilaku narsis selalu ada di dalam diri setiap orang. Namun kadar perilaku narsis berbeda-beda. Cukup menyebalkan bila menemukan seseorang dengan kadar narsis yang tinggi.

Apa sih yang dimaksud narsis atau narcisist? Apakah kadar ego dan percaya diri yang cenderung besar? Clinic Mayo menjelaskan, bahwa narcisist adalah, ketika seseorang membutuhkan lebih dari sekadar perhatian atau kekaguman dan tidak memiliki rasa empati.

Well, kalau kamu merasa si dia agak kurang peka atau malah sama sekali tidak peka. Atau bahkan ia selalu menceritakan tentang dirinya dan nggak peduli tentang kamu. Ini saatnya kamu harus cari tahu, G-Readers. Jangan-jangan ia kena narcissist disorder.

Seperti apa tanda-tanda persisnya apakah ia termasuk kategori narcisist disorder atau bukan, yuk lihat di bawah ini:

» Insensitif
Si dia bisa saja seseorang yang charming, romantis, atau malah gampang banget menggaet hati kamu. Gampang banget terpengaruh dan jatuh cinta ketika ia berada di dekatmu. Lambat laun kamu mengetahui bahwa orang ini kok nggak peka sih setiap kamu ada masalah. Dia bukan pendengar yang baik dan malah memprioritaskan egonya.

» Flirting [yang lain]
Siapa sih yang nggak marah kalo pacarnya malah flirting atau pick-up line ke orang lain. Tapi hal ini malah menjadi kebiasaan. Padahal kan sebuah hubungan harus memegang 2 kunci, yaitu respect and trust.

» Ungkit masa lalu
Memang terkadang kita penasaran nih siapa aja sih past lovernya dia. It is okay ketika si dia hanya menceritakan, agar pertanyaan yang menghantuimu terjawab. Tetapi jika ia terus-terusan nge-update tentang past lovernya dan mengungkit kenapa si past loversnya bisa tergila-gila dengannya, itu hal yang berbeda.

» Menjadikan kamu objek pameran
Menjalin hubungan bukan menjadikan pasangannya sebagai objek pameran maupun saingan. Tetapi bagaimana dan kenapa dua orang bisa menerima satu sama lain. Jika situasinya kamu dijadikan objek pameran ke teman-temannya yang lain dan merasa si dia “memenangkan pertandingan”. Speak up, G-Readers.

» Put you down
Apapun cara yang ia lakukan untuk menjatuhkanmu dan membuat dirinya lebih dari kamu. Perilaku subjektif ini bisa saja membuatmu semakin terpojok dan membuat ia berada di posisi superior. Wow, ini bukan lagi masa penjajahan kan? « [teks @03BMAI | foto shutterstock]

SHARE