Kesederhanaan Idang Rasjidi di panggung Java Jazz

0
114
Idang Rasjidi

Java Jazz Festival [JJF] menjadi ajang yang digemari oleh penikmat dan pemusik jazz Indonesia, termasuk Idang Rasjidi yang memulai karier jazz-nya pada tahun 1989. Bang Idang [sapaan Idang Rasjidi] tampil cukup sederhana tampil di atas panggung. Hanya memakai ropi, kaos bertuliskan “Berau Borneo”, dan celana jins.

“Lihat nih baju [menunjuk kaosnya bertuliskan Berau-Borneo]. Jaraknya 3 jam kalau naik kapal kecil. Sedikit lagi Filipina,” tutur pria kelahiran Pangkal Pinang, 26 April 1958.

Cukup berbeda dengan para partner yang mendampinginya. Meski penampilan Idang Rasjidi sederhana secara kasat mata, namun ia tak mempersembahkan penampilan yang sederhana juga. Idang mempersembahkan kecakapannya dalam bermusik, dan juga lontaran humor spontan di atas panggung.

Setiap usai lagu yang dibawakan Idang Rasjidi, pasti diikuti oleh tepukan tangan para penonton. Humor atau celetukan Idang di atas panggung, pun mengundang gelak tawa penonton.

“Idang, look at your fans!” imbuh Asti, sang vokalis. “Alhamdulillah masih ada yang nonton,” jawab Idang Rasjidi.

Ketika Asti berbicara menggunakan bahasa Inggris, Idang pun kembali berceletuk, “Nah, Inggrisnya keluar deh.”

Permainan Idang Rasjidi dan teman-temannya, serta sang vokalis, Asti, begitu membuat para penonton terpana. Pasalnya permainan dinamika volume musik berhasil menggelitik telinga pendengar. «[teks @03BMAI | foto @ryanstones]

 

 

SHARE