Hanya Rp 1500, kamu dapat melihat fosil manusia purba

0
267
Situs Sangiran

Museum Sangiran berlokasi di sekitar Situs Arkeologi Sangiran. Luasnya 56 kilometer persegi, terletak di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, 15 kilometer ke Utara Surakarta di Lembah Sungai Bengawan Solo.

Secara administratif, Sangiran berada di wilayah Kabupaten Sragen. Sebagian lagi masuk Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Di Sangiran, G-Readers bisa menyaksikan sejarah kehidupan manusia purba mulai dari habitat, pola kehidupan, binatang, hingga proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu lebih dari 2 juta tahun.

Sedangkan di Museum Sangiran, kamu bisa melihat 13.809 koleksi fosil manusia purba –museum terlengkap di Asia. Harga tiket masuk museum ini murah, hanya Rp 1.500.

Kamu dapat melihat secara dekat fosil hewan bertulang belakang, binatang air, batuan, tumbuhan, alat-alat batu, dan beberapa jenis hewan seperti banteng, kerbau, badak, rusa, dan sapi yang ada di zaman Homo erectus.

Di Museum Sangiran juga tersedia ruang audio visual di mana G-Readers bisa menyaksikan fosil peninggalan kehidupan masa prasejarah di Sangiran.

Huge Femur Fossil
Huge Femur Fossil

Usia museum 35 tahun
Situs Sangiran merupakan museum yang megah dengan arsitektur modern, dan merupakan obyek wisata ilmiah yang sangat menarik karena kaya ilmu pengetahuan dan merupakan aset Indonesia.

Museum Sangiran dibangun pada 1980, luasnya 16.675 meter persegi. Museum tersebut berisi ruang-ruang antara lain ruang utama berupa ruang pamer tempat koleksi terpajang. Ruang laboratorium tempat proses konservasi fosil-fosil yang ditemukan.

Ruang pertemuan untuk kegiatan yang diadakan di museum. Ruang perpustakaan tempat menyimpan beragam koleksi buku. Ruang penyimpanan koleksi fosil-fosil. Ruang audio visual untuk pemutaran film kisah kehidupan manusia prasejarah, mushola dan toilet.

Museum Sangiran
Museum Sangiran

Situs Sangiran merupakan tempat yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Orang tua dapat memperlihatkan kepada anak-anaknya mengenai sejarah kehidupan manusia Purba zaman dahulu. « [teks @EL_Sutopo dari Indonesia.travel | foto indonesia.travel]