Rekam jejak musik Indonesia lewat buku karya Denny Sakrie

0
280
100 Tahun Musik Indonesia - Denny Sakrie
100 Tahun Musik Indonesia - Denny Sakrie

“Patut diakui bahwa putusnya mata rantai sejarah, tak terhindarkan dalam sejarah budaya populer negeri ini–terutama musik populer. Dari generasi ke generasi, tampaknya tak ada saling keterkaitan secara lengkap. Masing-masing generasi hanya mengetahui peristiwa tersebut dari linimasa zamannya saja. Ini tentu saja sangat mengkhawatirkan.” – Denny Sakrie –

Sebelum meninggal, penulis dan pengamat musik, Denny Sakrie membuat sebuah buku yang berisi tentang perjalanan musik Indonesia dari masa ke masa. Buku tersebut berjudul 100 Tahun Musik Indonesia.

Buku yang diterbitkan oleh penerbit Gagas Media ini menjelaskan secara detail label rekaman dan jenis musik yang diusung oleh para musisi, seperti pop, rock, keroncong, jazz, folk, dangdut, hingga lagu tanah air berupa mars.

Denny membahas perjalanan musik Indonesia mulai tahun 1905, karena pada tahun tersebut untuk pertama kalinya di Indonesia berdiri sebuah perusahaan Tio Tek Hong Records milik seorang saudagar Tionghoa bernama Tio Tek Hong di Passer Baroe, Batavia, pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Denny juga menceritakan bagaimana di tahun 60-an, sejumlah band Indonesia tumbuh dengan kecendrungan membawakan lagu-lagu barat, karena dipengaruhi oleh grup musik Inggris dengan genre psychedelic rock.

Bagi pecinta sejarah atau musik, buku ini tak akan bosan dibaca, karena Denny menjelaskannya dengan gaya tulisan yang simple. Buku 100 Tahun Tahun Musik Indonesia dibuat agar masyarakat Indonesia bisa menghargai dan bangga pada musik negeri sendiri. Dan, buku ini diharapkan bisa menjadi referensi, dokumentasi, atau saksi dari perjalanan musik Indonesia.

Mike Hendrawati, istri Denny Sakrie
Mike Hendrawati, istri Denny Sakrie

Buku 100 Tahun Musik Indonesia dirilis saat acara konfrensi pers Festival Java Jazz 2015 di hotel Borobudur, Rabu 4 Maret 2015. Mike Hendrawati, istri almarhum Denny Sakrie, yang hadir saat peluncuran buku pun menyampaikan rasa terima kasihnya.

“Buku ini mengingatkan saya kepada almarhum, dan membuat saya terharu sekali. Ia selalu meluangkan waktunya untuk menulis buku ini. Sampai akhir hayatnya pun malam itu ia tetap berusaha untuk menyelesaikan buku ini,” ungkap Mike sambil menangis. « [teks[email protected] foto @ryanstone @mirzablue]