“Tambora Menyapa Dunia”, Peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora

0
248
Gunung Tambora

Gunung Tambora adalah stratovolcano aktif yang terletak di Pulau Sumbawa. 10 April 1815 terjadi kiamat kecil karena Gunung Tambora meletus hebat hingga berdampak pada perubahan iklim di dunia. Letusan setinggi 2.851 mdpl, mengakibatkan separuh dari badan Gunung Tambora hilang yang tadinya setinggi 4.882 mdpl dan merupakan puncak tertinggi ke-2 di indonesia setelah Jaya Wijaya. Dipercaya letusan Gunung Tambora 4 kali lebih dahsyat dari letusan Gunung Krakatau pada 1983.

Dalam memperingati kejadian luar biasa yang pernah terjadi 200 tahun yang lalu, pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar acara peringatan bertajuk ‘Tambora Menyapa Dunia‘ yang acara puncaknya akan digelar pada 10-11 April 2015 mendatang.

Sebenarnya acara peringatan ini telah direncanakan sejak program Visit Lombok Sumbawa 2012 berlangsung. Dan kegiatan untuk menyambut Peringatan 2 abad meletusnya Gunung Tambora ini telah berlangsung sejak 2014 lalu dengan tema ‘kegiatan menuju Tambora Menyapa Dunia’, diisi dengan Festival Tambora pada November 2014 lalu, dan pendakian bersama ke Gunung Tambora Agustus 2014 yang diikuti oleh 60 pendaki yang terdiri dari mahasiswa pecinta alam, wartawan, dan Pemerintahan Kabupaten Dompu.

Beberapa rangkaian acara sebelum acara puncak berlangsung disebut dengan kegiatan ‘road map Tambora Menyapa Dunia’, tidak hanya di Dompu namun beberapa kabupaten di NTB, akan menyelenggarakan kegiatan dengan pembagian menjadi beberapa kelompok pelaksana, seperti:

– Kelompok pelaksana kegiatan pertama,
Bakti sosial dengan penyelenggaraan operasi katarak dan bibir sumbing, pengembangan ekonomi kreatif, penghijauan hutan kawasan Tambora, pameran produk unggulan seperti kopi Tambora, pasar rakyat, dan pesta kuliner yang puncak acaranya di Desa Dorocanga, merupakan desa yang menjadi titik awal jalur pendakian ke Gunung Tambora.

– Kelompok pelaksana kegiatan kedua,
Seni dan budaya dengan memperkenalkan seluruh sanggar di Lingkar Tambora, termasuk menyajikan musik country konvensional dan modern, hingga upacara selamatan laut di kawasan Satonda, Moyo, Tambora yang dijadwal akan diluncurkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Di Lingkar Tambora ini juga dilakukan pawai budaya pada 1 April 2015.

– Kelompok pelaksana kegiatan ketiga,
Seminar dan pengembangan ilmu pengetahuan yaitu ‘seminar pariwisata untuk menciptakan citra Tambora’ pada 20 Maret 2015, ‘seminar arkeologi’ di Bima pada 9 April 2015, peluncuran kembali buku ‘La Hami, pameran arkeologi dan museum’ pada 7-9 April 2015, ‘seminar arsitektur landscape tentang vulkanologi’ pada 9-12 Agustus 2015 dan ‘pameran foto yang sengaja dijadwalkan setelah puncak peringatan agar dapat melibatkan para fotografer yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

– Kelompok pelaksana kegiatan keempat,
Sport Adventure yaitu Tambora Bike rute Tambora-Dompu pada 8-11 April 2015, Mount Tambora Ultra Trail Run dan Tambora Challenge pada 7-11 April 2015, Lari 10 K di Dompu pada 5 April 2015, Sepeda Gunung Nusantara pada 10 April 2015, Pacuan Kuda di Bima bagi joki cilik, dan atraksi menangkap sapi menggunakan tali atau disebut juga laso.

Acara puncak “Tambora Menyapa Dunia” akan diadakan 10-11 April 2015, dengan acara yang diyakini dapat menarik wisatawan dalam negeri ataupun mancanegara. Acara puncak akan dimeriahkan dengan Parade Budaya, dan akan menampilkan budaya yang berasal dari suku Sasak yaitu suku asli Pulau Lombok, Mbojo yaitu suku Bima, dan Samawa yaitu suku Sumbawa.

Setelah acara puncak digelar, rangkaian kegiatan tidak berakhir begitu saja, demi menarik wisatawan, berbagai kegiatan akan tetap dijalankan seperti ‘Trabas Tambora’ oleh Ikatan Motor Indonesia pada 4-5 April 2015, ‘Ekspedisi Selebriti Mendaki Tambora’ pada 1 Juni 2015, ‘Tambora Savana Run’ pada 31 Mei 2015, dan ‘Lakey Kite Surf Exhibition Camp’ di pantai Lakey Kecamatan Hu’u Dompu pada 21-23 Agustus 2015. «[teks @EL_Sutopo | foto Indonesia.travel]

 

Sumber: indonesia.travel