Yang dilakukan Artika Sari Devi untuk mengasah kreativitas anak

0
393

Daya cipta atau biasa disebut juga dengan kreativitas merupakan kemampuan individu untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau asli, atau pemecahan suatu masalah. Kreativitas bisa diajarkan saat masih anak kecil dan semua orangtua pasti ingin anak yang kreatif dan pandai.

Kreativitas anak tidak muncul secara tiba-tiba, tetapi tahap demi tahap berdasarkan pengalaman sehari-hari sejak usia dini, oleh sebab itu kreativitas juga dibentuk oleh lingkungan.

Orangtua sangat diperlukan dalam mengasah kreativitas anak, selayaknya seorang guru yang membimbing begitu juga seharusnya sebagai orangtua wajib mendampingi atau memberikan jalan demi kekreativan anak.

Hal itu bisa dimulai dengan membiarkan anak bereksplorasi memenuhi rasa ingin tahunya dengan bertanya, maka berikan jawaban yang baik dan membimbing, lalu banyak berikan saran daripada larangan, dan bisa juga lewat permainan yang menumbuhkan imajinasi anak.

Bila anak menghadapi masalah, orangtua sebaiknya memberikan arahan saja, dan jangan memarahi anak karena kesalahan yang tidak disengaja. Sebab kreativitas butuh sikap berani mengambil risiko, dan yang paling penting suasana keluarga yang penuh kasih sayang.

Itu adalah sebagian cara yang bisa G-readers lakukan dalam mengasah kreativitas anak, lalu bagaimana cara Artika Sari Devi mengasah kreativitas anaknya?

Artika Sari Devi @ArtikaBaim (Puteri Indonesia 2004)

“Anak saya (Sarah Ebiela Ibrahim) suka banget sesuatu yang berhubungan dengan seni, dan kebetulan dia suka banget bikin komik. Jadi kalau kemanapun yang penting ada kertas sama bolpoin, itu bisa membantu dia dalam mengungkapkan apa yang menjadi harapan dia, apa yang jadi cita-citanya dia, atau bahkan kekesalan dia.

Misalnya ‘mama belakangan ini terlalu sibuk‘ dia bisa gambarin dengan gambar, dia dengan anjing kecil misalnya, sedangkan aku nggak ada temannya, dan metode itu sangat berhasil. Pernah waktu adiknya sudah lahir, dia itu merasa jealous, saya coba ngobrol dan sudah negosiasi sama dia, akhirnya saya dekatkan dia dengan adiknya lewat komik, misalnya ‘kak kita bikin komik tentang adik yuk, tentang Zoe yuk’ Ntar dia yang lanjutin ‘kan Zoe sukanya begini-begini’ nah itu kakak lebih tahu, nanti dia mulai gambar, jadi kreativitas itu nggak melulu harus dengan media yang rumit atau apa, segala sesuatu yang sederhana, yang bisa menggunakan imajinasi dia, atau supaya dia bisa menuangkan perasaannya.” «[teks @EL_Sutopo | foto @artikabaim]

SHARE