Sungai Kampar: Yakin di sungai bisa surfing?

0
337
Gelombang Bono di Sungai Kampar

Surfing memang sesuatu yang seru untuk mengisi hari libur di pantai. Jika membahas berselancar pasti yang ada di benak adalah laut. Tetapi pernahkah terbayang berselancar di sungai?

Walau seperti mimpi di siang bolong, tetapi ini kenyataan. Sungai Kampar yang terletak di desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau ini adalah sungai yang berbeda. Sungai yang spesial, unik, dan fenomenal, karena bergelombang atau tidal bore yang dahsyat dan biasanya ditunggangi peselancar handal.

Saat ini Sungai Kampar semakin populer karena adanya gelombang Bono. Bono merupakan fenomena alam karena bertemunya arus pasang air laut dengan arus pasang air sungai dan terjadi pada waktu tertentu. Tepatnya pada bulan purnama atau bulan besar menurut masyarakat sekitar. Terjadi sekitar tanggal 10-20 dalam perhitungan bulan Melayu (Arab) kisaran bulan Agustus-September.

Gelombang berkecepatan 40 kilometer/jam bergerak dari arah muara menuju hulu sungai. Mulai dari Pulau Muda sampai Teluk Binjai di Sungai Kampar. Ketinggian ombak bisa mencapai 4 hingga 6 meter atau biasa disebut Seven Ghosts (gelombang tujuh hantu). Hal ini karena gelombang air bisa mencapai tujuh lapis berurutan hingga dapat menciptakan kubah atau barrel selayaknya gelombang laut.

Yang unik dan berbeda lagi adalah, jika gelombang laut memanjakan peselancar dengan gulungan ombak selama beberapa menit, gelombang Bono di Sungai Kampar bisa berdurasi 2 jam dan sangat jauh. Oleh sebab itu dikhususkan untuk peselancar profesional.

Saat Bono tiba adalah waktu yang tepat untuk Bekudo Bono atau sebutan masyarakat untuk menunggangi gelombang Bono dengan kapal motor seperti sedang menjinakkan kuda liar.

Banyak hal yang bisa dilakukan di Sungai Kampar selain berselancar, yaitu river kayaking, river boating, rafting, dan lainnya. Jika lapar hidangan hasil sungai siap mengisi perut G-Readers, seperti ikan patin, udang galah, dan lainnya yang diolah menjadi sajian kuliner yang beragam. « [teks @EL_Sutopo/ Indonesia.travel | foto Indonesia.travel]