Menghindari gizi yang salah untuk si buah hati

0
90
Buah hati

Banyak hal yang dapat memengaruhi pertumbuhan buah hati di 1000 hari pertamanya. Bisa karena gizi yang buruk, gizi yang salah, atau dari faktor lingkungannya.

Namun yang banyak orang belum ketahui adalah, faktor yang kedua, yaitu faktor gizi yang salah. Gizi yang salah berarti kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu, akibat kesalahpahaman dalam memenuhi kebutuhan nutrisi 1000 hari pertama pertumbuhan si kecil, yang bisa mengakibatkan stunting [perawakan pendek] atau wasting [perawakan kurus].

Berdasarkan acuan Label Gizi Produk Pangan yang dirilis BPOM [2007], kebutuhan energi bayi usia 6 bulan meningkat hingga 1,5 kali, kebutuhan proteinnya meningkat 2 kali lipat, kebutuhan karbohidratnya meningkat 2,4 kali, dan kebutuhan akan zat besi meningkat 26 kali lipat. Tetapi, menilik tabel nutrisi kebutuhan gizi harian bayi usia 6 bulan terlalu besar untuk kapasitas perutnya. Misalnya saja, bayi usia 6 bulan membutuhkan zat besi sebesar 8 mg, yang bisa didapatkan dari 3 potong daging [150gr], namun porsi tersebut terlalu berat untuk dikonsumsi si kecil. Belum lagi kebutuhannya akan zat gizi lainnya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Di sinilah perlunya MPASI fortifikasi. Fortifikasi merupakan upaya dalam meningkatkan mutu gizi bahan pangan dengan sengaja menambahkan satu atau lebih zat gizi mikro. Fortifikasi bertujuan untuk melengkapi atau menambah komponen gizi yang tidak ada, dalam rangka perbaikan gizi masyarakat.

MPASI fortifikasai ini memungkinkan anak mengkonsumsi nutrisi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi hariannya, terutama selama 1000 hari pertama pertumbuhannya yang akan menentukan perkembangan fisiknya saat dewasa nanti.

WHO dan UNICEF turut merilis Global Strategy for Infant and Young Child Feeding yang menyatakan bahwa makanan tambahan yang diproses oleh industri makanan bisa menjadi pilihan ibu dalam memberikan makanan tambahan yang mencukupi kebutuhan nutrisi dan aman.

Menurut Regulasi SNI 01-7111-1-2005 butir ke-5, penggunaan pengawet buatan tidak diperkenankan pada produk MPASI. Pemerintah Indonesia pun merilis Peraturan Presiden nomor 42 [2013], mengenai Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi sebagai wujud komitmen pemerintah untuk memerangi masalah kekurangan gizi, antara lain dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia akan pemenuhan AKG anak dan nutrisi ibu hamil.

Salah satu produk MPASI yang telah memenuhi SNI adalah Milna yang diproduksi oleh Kalbe Nutritionals. Tanpa bahan pengawet, diproduksi dengan cara khusus, sehingga memiliki daya tahan hingga 18 bulan. Yuk kini lebih perhatikan lagi gizi untuk si buah hati. « [teks @bartno | foto shutterstock]

SHARE