Nathan Hartono, musisi muda yang eksis di dua negara

0
739
Nathan Hartono
Nathan Hartono

Industri musik tanah air kembali dihiasi wajah baru, dengan bakat luar biasa. Nathan Hartono, musisi muda dengan segudang talenta, siap bersinar dan menghibur para pecinta musik.  Ghiboo pun merasa beruntung, berkesempatan mewawancarainya.

Nathan Hartono atau akrab disapa Nathan merupakan musisi Indonesia yang dibesarkan di Singapura. Ia terbiasa berbicara menggunakan bahasa Inggris ini, namun nampak masih berusaha melancarkan bahasa Indonesianya, ketika diwawancarai Ghiboo, beberapa waktu lalu.

Musisi muda kelahiran Singapura, 25 Juli 1991 ini baru saja merilis single terbaru berjudul “Pasti Ada JawabNya”. Ia bercerita, jika lagu yang liriknya diciptakan oleh Andi Rianto dan Arie SW tersebut merupakan lagu yang keren, simple, dan liriknya pun cantik.

“Lagu ini berbeda dari lagu yang biasa aku bawakan, tapi aku sangat suka lagunya. Sangat membantu untuk orang-orang yang merasa sendiri dan kesepian.” kata Nathan.

Nathan pun kini sibuk mempromosikan singlenya tersebut dengan tampil dalam berbagai acara di Jakarta dan Singapura. Meski harus bolak balik dua negara, ia mengaku tidak merasakan lelah. “Masih oke sih. Soalnya nggak begitu jauh.” tambahnya.

Pertama kali kenal musik

Mungkin G-Readers masih ada yang belum mendengar suara merdu Nathan, sambil memainkan gitar. Nah, sebagai pemanasan, sebelum kamu benar-benar dibuat jatuh cinta, silahkan intip video Nathan saat perform di kantor Ghiboo.  Atau, kamu juga bisa menyaksikan Nathan me-cover lagu di YouTube. Seperti, lagu “Royals” (Lorde), “Thinking Out Loud” (Ed Sheeran), “Pusher Love Girl” (Justin Timberlake), dan masih banyak lagi.

Jauh sebelum merilis single “Pasti Ada JawabNya”, Nathan terkenal karena menyanyikan lagu remake “Terlanjur Sayang” yang dulu dinyanyikan Memes dan populer di era 90-an.

Kepada Ghiboo, Nathan menceritakan awal mula ia kenal musik. Alat musik pertama yang ia mainkan adalah piano. Namun, ia mengaku hanya mempelajarinya dalam kurun waktu satu setengah tahun, karena ia lebih menyukai gitar, dan Natha mempelajari alat musik petik ini secara otodidak sejak berumur 16 tahun, lho.

“Aku beli satu gitar. Belajar sendiri di rumah, dari YouTube dan website. Pelan-pelan tampil, masih nggak begitu percaya diri sih. Terus main gitar sering kacau, sekarang sudah bisa. Hehehe.” ucap pria yang menyukai film Whiplash ini.

Nathan juga menceritakan awal mula ia terjun ke industri musik. Tahun 2005, saat itu di Singapura diadakan sebuah kompetisi musik kecil-kecilan yang diselenggarakan oleh salah satu majalah remaja. Nathan pun memberanikan diri mengikuti kompetisi tersebut, dan keluar sebagai pemenang.

“Setelah menang, aku selalu tampil, menyanyi, dan merilis album. Rilis single di Singapura, tampil di Indonesia, Amerika, dan Taiwan.” jelasnya lagi.

Nathan Hartono
Nathan Hartono

Nathan mengaku kalau hampir semua jenis musik ia sukai, terutama musik groove, jazz, hip hop, funk, dan soul. Sedangkan, untuk musisi favorit, Nathan lebih menilainya dari lagu yang mereka bawakan ketimbang siapa musisinya.

“Aku setiap kali dengar lagu, tidak penting dari siapa, atau siapa yang menulis liriknya. Selama musik itu bisa membuatku merasakan sesuatu, aku bisa terinspirasi.”  ungkap pria yang suka membuat desain grafis ini.

Kuliah di Amerika

Nathan tercatat sebagai mahasiswa Berklee College of Music di Boston, Amerika. Ia mengambil jurusan Music Production & Engineering. Kesibukannya di industri musik membuatnya break kuliah untuk sementara waktu.

“Sudah di sana dua tahun, tapi belum selesai dan sekarang sibuk menyanyi di Indonesia dan Singapura. Aku masih ada satu tahun setengah disana, nggak tahu kapan mau balik,” kata Nathan sambil tersenyum.

Kuliah dengan mengambil jurusan musik, merupakan suatu hal yang menyenangkan dan bermanfaat bagi Nathan.  “Bisa benar-benar belajar banyak. Karena banyak budaya yang berbeda dan jenis musik yang berbeda, banyak belajar dari orang-orang disana,” tutupnya. « [teks[email protected]foto @mirzablue]