Anak ngambek? Ini cara Artika Sari Devi dan Donna Agnesia mengatasinya

0
300
Tips mengatasi anak ngambek

Anak adalah anugerah terindah yang diterima setiap pasangan suami-istri, oleh sebab itu anak harus senantiasa dididik dengan penuh kasih sayang. Meskipun anak dalam keadaan ngambek akibat lelah, merasa sendirian, tidak diperhatikan, atau jika keinginannya tidak dipenuhi, orangtua sebaiknya jangan emosional menghadapinya.

Lalu bagaimana cara menghadapinya? Mungkin cara yang diterapkan kedua mama cantik ini, yaitu, Artika Sari Devi dan Donna Agnesia bisa menginspirasi kamu, G-Readers.

Artika Sari Devi @ArtikaBaim (Puteri Indonesia 2004)

Artika Sari Devi
Artika Sari Devi

“Anak saya kan hyperactive, energinya berlebih, sekolahnya masuk jam 8:15 am keluarnya jam 2:45 pm dan dia masih punya energi untuk itu. Nah kalau dia ngambek biasanya selain kita cari solusinya, alasannya kenapa, tetap saya harus sabar walau tensinya lagi spaning. Duduk bareng-bareng satu level atau berhadapan, bicara dari hati ke hati apa yang membuat dia resah. Ngambek itu kan sebenarnya tidak bisa mengkomunikasikan apa yang menjadi kegelisahan dia, cari tahu apa, berusaha menerima dulu perasaan dia bagaimana, itu yang paling penting. Setelah itu baru ‘apa sih yang bisa mama bantu supaya kakak (Sarah Ebiela Ibrahim) nggak ngambek lagi, kita bikin artwork yuk!’ Karena dia suka banget segala sesuatu yang berhubungan dengan seni. Anak saya itu kalau ngambek duduk sendiri di tangga terus saya tanya, ‘kak kok di situ duduknya, kakak lagi nunggu siapa?’ Dia jawab ‘nggak ada, I know you don’t love me anymore’, itu kayak lagi nonton drama. Nah saya ajak komunikasi lalu saya bisa alihkan mood-nya supaya bisa normal.”

Dona Agnesia @dagnesia (Presenter)

Dona Agnesia
Dona Agnesia

“Anak saya kan 3, beda usianya 2 tahun, 2 tahun, memang saat mereka marah kita harus ajak bicara, laki-laki perempuan sama treatment-nya, tapi ada nanti yang harus sini sayang dipeluk dulu‘, karena kan karakternya beda-beda. Kalau Quinesha Sabrina Sinatriya, yang perempuan lebih ekspresif ‘aku sebel, aku marah’, kalau laki-laki itu lebih ke diam atau ditanya ‘kenapa dek?’ mukanya manyun gitu, terus langsung bilang sini dek, sini mama pangku,padahal beratnya udah 26 kilo. Tapi kalau berantem sama kakaknya karena rebutan mainan, kita harus ajarin mereka supaya sharing atau kita alihkan dengan mainan yang lain misalnya naik sepeda atau menggambar.” «[teks @EL_Sutopo | foto @El_Sutopo , shutterstock]