Sebentar lagi ada festival merayakan panen di Filipina

0
210
filipina

Wajah penduduk tetangga kita, negara Filipina, mirip-mirip dengan orang Indonesia. Yang paling membedakannya adalah bahasanya, Filipina menggunakan Tagalog dan Inggris sebagai bahasa resminya.

Memiliki 7.107 pulau dengan luas total daratan lebih dari 300 ribu kilometer persegi, Filipina kaya akan budaya lokal. Salah satunya adalah Pulilan Carabao Festival yang telah terlaksana selama berabad-abad.

Pulilan Carabao Festival dilaksanakan setiap tanggal 14-15 Mei, di Pulilan, Bulacan. Festival ini dimaksudkan sebagai perayaan atas santo pelindung San Isidro Labrador, santo bagi para petani yang juga santo pelindung bagi kota ini, yang telah memberikan hasil panen yang melimpah.

Menurut ceritanya, San Isidro adalah seorang buruh tani yang bekerja di sebuah pertanian milik orang lain. Pemilik lahan kagum dengan cara kerja San Isidro yang selalu berhasil menyelesaikan tugasnya meskipun ia sering datang terlambat.

Karena penasaran, sang pemilik lahan ingin melihat sendiri cara kerja San Isidro, dan ia takjub ketika mengetahui bahwa San Isidro adalah malaikat. Ia pun berlutut di hadapan San Isidro. Sejak itu San Isidro diasosiasikan sebagai Santo Pelindung.

Pada hari pertama Pulilan Carabao Festival, para petani menghias kerbau-kerbaunya dengan karangan bunga dan cat. Kerbau-kerbau tersebut di arak bersama gerobak yang telah dihias dan dipenuhi dengan hasil panen.

Memasuki waktu siang, pawai kerbau dipandu menuju gereja dan dibuat berlutut sebagai tanda syukur atas hasil panen yang melimpah. Lalu kemudian Pendeta memberkati kerbau-kerbau itu, supaya tetap sehat sepanjang tahun.

Pada hari kedua, ada perlombaan balap kerbau sambil menggandeng gerobak yang terbuat dari bambu [Beberapa minggu sebelumnya, kerbau-kerbau ini telah dilatih untuk balapan ini]. Selain dua kegiatan inti itu, dalam perayaan ini juga dimeriahkan oleh tarian rakyat dan marching band.

Pulilan bukan satu-satunya wilayah di Filipina yang menyelenggarakan festival ini. Carabao Festival juga ada di San Isidro-Nueva Ecija, dan Angono-Rizal.

Aksi-aksi atraktif para penampil di Carabao Festival itu tak luput dari jepretan para fotografer. Karenanya bila G-Readers tertarik untuk berkunjung ke sini, jangan lupa untuk membawa kamera.

Bila mau langsung diunggah ke akun sosial media, biar tak repot pilih saja operator Indosat. Karena Indosat memberikan tarif internetan sepuasnya seharian hanya dengan biaya maksimal Rp 79.000 per hari saja. Jadi saat mau berangkat ke sana, pastikan dulu smartphone G-Readers sudah terpasang kartu Indosat, yang tak perlu lagi setting untuk memilih jaringan. Selamat menikmati serunya festival kerbau ini. « [teks @bartno | foto id.dollarphotoclub.com]

SHARE