#DROPTHEPLUS: fashion tak diciptakan untuk 1 ukuran saja

0
144
Jennie Runk
Jennie Runk
Jennie Runk

 

Setiap perempuan mengidam-idamkan memiliki tubuh ideal [baca: tinggi dan langsing]. Dunia fashion pada umumnya mencanangkan model-model dengan tubuh ramping. Tipikal menjadi seorang model hanya sebatas mengikuti aturan BMI atau Body Mass Index. Model rata-rata memakai baju size 10-12, sedangkan size 14 sudah terbilang ‘plus size‘.

#DROPTHEPLUS movement membuka ‘batas’ sebagai model yang terpatri di benak kebanyakan orang. Ketika pada awalnya Stefania Ferrario, model asal Australia, mem-posting foto tubuhnya di instagram. Tertuliskan di perutnya “I AM A MODEL [titik]”.

Ajay Rochester
Ajay Rochester

We are all women. Many shapes and sizes,” kata-kata itu yang tertulis pada akun instagram milik Ajay Rochester [45], former host dari The Biggest Loser.

Viral campaign ini tersebar begitu luasnya dan memotivasi para perempuan yang dinilai memiliki tubuh ‘plus size‘. Sekarang ini, akun viral movement @droptheplus sudah mencapai 836 followers.

Tak hanya dari Stefania Ferarrio saja, movement ini begitu disambut baik oleh para model yang memiliki ‘size plus‘ seperti Bree Warren, Jennie Runk, dan model size plus lainya.

Ukuran badan seorang dengan yang lain berbeda-beda. Sehingga bisa dibilang fashion tercipta tak hanya untuk satu ukuran, seperti apa yang dikatakan oleh Bree Warren, model yang memiliki tinggi 181 cm, pada style.com.

“Fashion should not be about pitting sizes against each other. There should be different shapes and sizes in the industry, not just one!”

Jennie Runk [25] model asal Amerika, memiliki pendapat lain mengenai ‘plus size‘. Jennie sama sekali tak setuju bila parameter kecantikan hanya disandingkan oleh dua hal, yakni benar-benar cantik atau memang jelek.

“Perbedaan kecantikan adalah sebuah hal yang infinite atau nggak bisa dibatasi. Sedangkan perbedaan yang tak terhingga itulah membuat setiap individu terlihat cantik,” ucap Jennie Runk saat ditanya pula oleh style.com.

“Bukan berarti seseorang yang tidak terlihat seperti model, mereka dinilai jelek. Ia hanya terlihat berbeda dan point itu yang membuat kita spesial,” tambah Jennie lagi.

Terkadang seseorang melihat parameter kecantikan dari apa yang dilabel oleh masyarakat. Namun viral campaign #DROPTHESIZE ini mulai mengkuliti label bahwa kecantikan tak harus dilihat dari parameter betapa rampingnya seseorang. « [teks @03BMAI |  foto instagram @dropthesize, @ajayrochester, dan facebook official Jenny Runk]