Film “Ripple” ketika fans menjadi idola

0
80
Ripple
Ripple

Atlet hebat selalu menjadi idola bagi generasi di masa mendatang. Kejayaan mereka akan menginspirasi orang lain, dan pada gilirannya, mereka yang terinspirasi ini pun kelak akan menjadi panutan pula.

Tiger Woods mengidolakan Jack Nicklaus, Rory Mcllroy melihat Tiger Woods sebagai panutan. Dan sekarang, Woods dan Mcllroy saling bersaing sekaligus menjadi panutan bagi para atlet muda. Inilah yang disebut sebagai efek berkelanjutan.

Dengan semangat tersebut, Nike Golf membuat film terbaru yang berjudul “Ripple“, yang ingin menggambarkan bagaimana pengaruh kuat dari seorang Woods bagi Mcllroy di masa muda. “Ripple” adalah sebuah cerita mengenai pencarian tanpa henti oleh dua atlet hebat, Woods and Mcllroy, dan juga cerita mengenai jalan hidup mereka masing-masing hingga menjadi atlet luar biasa seperti saat ini.

Film yang berdurasi 1-2 menit tersebut mengikuti perjalanan inspiratif Mcllroy, bagaimana ia tumbuh dan terpikat oleh performa Woods yang menakjubkan, kejeniusan permainannya, perawakannya yang atletis dan ayunan tongkatnya. Menyaksikan Woods meraih kemenangan demi kemenangan, serta poster Woods yang terpampang di kamarnya, film ini memperlihatkan bagaimana Mcllroy bermimpi suatu hari dia akan bertanding melawan Woods. Gambaran simbolik dari cita-cita para pegolf muda di seluruh dunia.

“Saat kecil, aku mengidolakan Tiger,” ujar Mcllroy, yang sudah mampu memukul bola golf sejauh 40 yard saat berumur dua tahun. Setiap aku melihatnya di TV, aku ingat bagaimana aku terpikat oleh energi yang diberikannya untuk cabang olahraga ini. Tekadnya untuk menang. Kebulatan hatinya. Dan juga semangat juangnya.”

“Aku juga pernah berada di situasi yang sama,” kata Woods. “Tumbuh dengan mengidolakan seorang Jack. Dan Ingatan pertamaku adalah kompetisi The Masters yang diadakan pada 1986, yang dimenangkan oleh Jack. Aku mengingat bagaimana pukulan putting-nya di lubang ke-17 dan bagaimana ia mengangkat putter (alas bola) setelah selesai memukul. 14 tahun kemudian, saat 2000 PGA Championship, aku ikut bertanding bersamanya dan juga bersaing melawannya, orang yang dulu pernah menjadi panutanku.”

Film tersebut dimulai dengan adegan Mcllroy muda yang menonton kemenangan pertama Woods di U.S Amateur Championship di televisi pada 1994. Beberapa tahun kemudian, masih di kota asalnya di Holywood, Irlandia Utara, Mcllroy menyaksikan performa Woods yang menakjubkan saat memenangkan gelar Masters pertamanya dengan 12 pukulan memukau. Dari film tersebut, kita bisa melihat bagaimana Mcllroy meniru etos kerja Woods, menyempurnakan permainannya di bawah curah hujan, dan membuat pukulannya tepat pada putting green di rumahnya (adegan ini betul-betul diambil di rumah masa kecilnya), dengan dukungan penuh dari Ibunya, Rosie dan ayahnya, Gerry.

Film tersebut diakhiri dengan adegan dua pegolf professional ini bertanding, berjalan berdampingan sepanjang fairway. Benar-benar menjadi inspirasi untuk generasi selanjutnya.

“Bagiku, ini adalah perjalanan yang luar biasa, dari menjadi penggemar beratnya sampai akhirnya menjadi rivalnya,” ujar Mcllroy. “Rasanya baru kemarin aku sebagai anak kecil menyaksikannya di TV sebagai atlet hebat, status yang kini aku nikmati. Ini perjalanan karier yang luar biasa dan aku sangat beruntung bisa berkompetisi dengannya serta bertanding melawannya, karena ia adalah sumber inspirasiku sejak aku kecil hingga sekarang. Menurutku, dialah pemain terhebat.”

“Ini betul-betul hebat karena aku bisa bertanding melawan rival dari generasi yang berbeda-beda. Sekarang aku bertanding melawan rival yang lebih muda. Ini memaksaku berlatih lebih keras, karena mereka adalah anak-anak muda yang atletis,” kata Woods.

Berkerjasama dengan Wieden + Kennedy, film ini memiliki dua versi. Versi pertama berdurasi 1 menit dan versi kedua berdurasi 2 menit yang keduanya akan ditayangkan di ESPN dan The Golf Channel. Film ini disutradarai oleh Steve Rogers dari Wieden + Kennedy, sedangkan Ludovico Einaudi bertindak sebagai penata musik “Nuvole Bianche”. « [Nike Golf]

SHARE